Solusi Atasi Kesenjangan Ojek Tradisional Dan Mitra Transportasi Online, Pemkot Bandung Buat Lojek
Tanggal Posting : Selasa, 7 November 2017 | 13:15
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 70 Kali
Solusi Atasi Kesenjangan Ojek Tradisional Dan Mitra Transportasi Online, Pemkot Bandung Buat Lojek

SUKSESINDONESIA -Perkembangan teknologi seperti sekarang ini, mau tidak mau memacu cara baru bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyikapi persoalan di masyarakat. Ya, teknologi telah meliputi hampir semua aspek kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari belanja, perbankan, membuat pengaturan perjalanan, dll. 

Teknologi berkembang dan mengubah kehidupan kita dan masyarakat, sehingga dengan pemahaman itu, Pemkot Bandung yang memang dikenal gencar dengan program smart city nya kembali memprogramkan pembuatan sebuah aplikasi untuk para abang Ojek yang diberi nama Lojek (lokal ojek). 

Aplikasi lojek khusus untuk ojek pangkalan dibuat sebagai solusi mengurangi kesenjangan yang terjadi antara ojek tradisional dan mitra transportasi online. Mau tahu cara kerjanya?

Sistem transportasi on-demand bernama Lojek ini melayani pengantaran penumpang maupun barang melalui sistem checkpoint di beberapa lokasi pangkalan ojek wilayah Bandung. Secara teknis hampir mirip dengan layanan ojek online yang sudah lebih duluan eksis. Hanya saja, si abang ojek tetap stay menunggu penumpang di pangkalan.

Adapun di sisi pengguna, aplikasi Lojek dapat digunakan untuk mengakses lokasi pangkalan terdekat, tujuan bepergian dan tarif perjalanan. Kemudian, setiap pesanan yang masuk diproses oleh aplikasi, sekaligus menentukan abang ojek mana yang akan mengantar. Karena, di setiap pangkalan, akan ada yang bertugas sebagai operator guna mengatur antrean untuk orderan yang masuk.

aplikasi-lojek-di-bandung-atasi-persoalan-di-masyarakat

Sehingga bagi yang berada di antrean teratas, itulah yang akan mengambil orderan jika ada masuk. Tidak ada jemput bola karena berbasis pangkalan.

Setiap orang atau masyarakat Bandung boleh menjadi member dengan cara melakukan registrasi dengan menginput nama, identitas, plat nomor kendaraan serta foto. Setelah registrasi sukses dilakukan, Akang ojek akan diberi sebuah kartu NFC (Near-Field Communication) kartu khusus berisi chip koneksi nirkabel jarak dekat, untuk disentuhkan ke mesin pemindai Lojek di pangkalan.

Alasan dipilihnya penggunaan kartu pintar guna membantu beberapa akang ojek yang tidak atau belum memahami cara penggunaan smartphone, sehingga kendala untuk menjadi member atau anggota transportasi on-demand Lojek bisa diminimalisasi.

Dari sisi user, pengguna aplikasi Lojek hanya perlu masuk ke aplikasi dan berfungsi persis seperti sistem penjemputan layaknya GO-JEK, Grab, dan Uber. Pengguna Lojek tinggal menentukan titik penjemputan dan titik tujuan. Setelah itu, muncul tarif yang harus dibayarkan. Bedanya disini adalah, Lojek hanya menetapkan tarif sesuai jarak, bukan estimasi biaya seperti aplikasi kebanyakan. 

Dengan begitu, si calon penumpang jadi tidak perlu khawatir, karena biayanya tidak akan melebihi biaya estimasi. Karena ini fixed price (harga yang telah ditetapkan).

Saat ini aplikasi Lojek belum tersedia di Playstore, dan kedepannya, oleh Pemkot Bandung, akan ada kerja sama dengan pihak swasta biar ojek pangkalan ini bisa dibantu oleh koperasi, kredit suku cadang, tambal ban, BPJS, dan kemudahan lainnya. Pemerintah juga akan coba kolaborasikan antar SKPD agar promo Lojek makin gencar dan diminati masyarakat.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait