Serangan Cyber Via Wi-Fi Tidak Cukup Hanya Dengan Mengubah Password
Tanggal Posting : Rabu, 18 Oktober 2017 | 09:22
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 69 Kali
Serangan Cyber Via Wi-Fi Tidak Cukup Hanya Dengan Mengubah Password

SUKSESINDONESIA - Serangan cyber hingga hari ini masih mengintai di mana dan darimana saja, seperti yang baru-baru ini melalui koneksi WiFi. Baiknya, anda lebih waspada saat menggunakan wifi. 

Tindakan eksploitasi cyber terbaru ini diberi nama "Key Reinstallation Attack" (Krack). Serangan cyber mampu mengancam seluruh jaringan WiFi yang berbasis WPA atau WPA2, dan dapat mengancam perangkat yang berbasis macOS, iOS dan Windows.

Krack masuk melalui celah di dalam protokol keamanan WPA2, yang merupakan skema untuk memproteksi jaringan WiFi, baik digunakan oleh perseorangan maupun organisasi atau instansi. Jika sudah masuk, pelaku mampu memantau trafik yang terjadi diantara wireless access point dengan perangkat yang terkoneksi seperti smartphone. 

serangan-cyber-melalui-koneksi-wifi

Tak hanya itu, pelaku juga tidak perlu repot-repot membobol pasword Wi-Fi untuk bisa membaca informasi yang telah dianggap aman, misalnya Informasi dari chat di messenger, WhatsApp, dll termasuk foto, sampai email rawan dicuri dari perangkat yang sudah terjangkit.

Serangan Krack dapat melalui koneksi Wi-Fi karena diketahui rawannya manajemen dalam protokol keamanan Wi-Fi Protected Access II (WPA2). Adapun, dampak dari eksploitasi ini meliputi Decryption atau penerjemahan teks enkripsi ke dalam bentuk kalimat yang bisa dipahami, kemudian Packet Replay atau transmisi data diulang-ulang atau ditunda, berikutnya koneksi TCP atau Transmission Control Protocol terganggu, hingga dibobolnya konten HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Bisa dikata, 41% dari total seluruh perangkat Android rawan diserang Krack. Apalagi perangkat Android mempunyai tingkat kerawanan yang berbeda-beda, sangat dapat mengalami pencurian data bahkan dimasukkannya kode ransomware pada sistem operasi Android. Yang penting untuk diketahui adalah, meskipun terlihat banyak perangkat yang terkena Krack, tapi hacker sebenarnya tidak memprioritaskan access point sebagai target kejahatan. 

Serangan Krack masuk di dalam celah proses 4-way handshake yang dilakukan oleh protokol WPA2. Proses ini secara otomatis pelaku, dan pelanggan Wi-Fi dengan access point yang digunakan dapat memiliki password yang sama ketika masuk di jaringan WiFi. Apesnya lagi, pengguna Wi-Fi tidak dapat mengatasi serangan cyber ini jika hanya mengubah password WiFi. Jadi, bagaimana menghalaunya?

Coba lakukan update firmware router guna mendapatkan layanan keamanan terbaru. Meski router yang kalian gunakan bisa saja tidak membutuhkan update, tapi tidak ada salahnya jika anda menanyakannya kepada vendor semisal Telkomsel untuk memastikan.

Kemudian, sebaiknya provider mulai menanamkan patch kepada seluruh pengguna WiFi maupun pelanggan access point. Dengan begitu, saat program untuk memperbaikinya sudah tersedia, maka serangan Krack bisa diatasi. Disarankan juga tetap menggunakan WPA2. Meskipun protokol WPA juga ikut diserang, namun WEP memiliki kualitas yang lebih buruk dibanding WPA dan WPA2.

Hendra Abdi
CEO PT. Digital Teknologi Infomedia




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Belum ada berita