Sedapnya Semangkuk Bakmi Ayam Spesial 68 Di Singkawang, Kalimantan Barat
Tanggal Posting : Minggu, 19 Februari 2017 | 13:22
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 179 Kali
Sedapnya Semangkuk Bakmi Ayam Spesial 68 Di Singkawang, Kalimantan Barat

SUKSESINDONESIA - Tionghoa merupakan salah satu etnis mayoritas di Singkawang, Kalimantan Barat, selain etnis Dayak dan Melayu. Maka dari itu, jika traveler berkunjung ke Singkawang, jangan heran jika ragam kuliner yang terbuat dari olahan mi, misalnya mi asin, mi kwetiau asu, mi kering, dan yang lainnya, banyak disini. Dan, salah satu yang sangat ramai pengunjung ialah Bakso Sapi Bakmi Ayam 68, di Jalan Pangeran Diponegoro, nomor 68.

Tak hanya menu bakso saja, tetapi aneka olahan mi siap disajikan di kedai Bakso Sapi Bakmi Ayam 68. Kedai yang banyak direkomendasikan oleh masyarakat setempat ini menyimpan keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, yakni, sang koki memasak mi sambil dilempar-lempar ke atas. Oleh sebab itu, Bakmi Ayam 68 juga dikenal di masyarakat Singkawang dengan sebutan mi loncat. 

bakmi-ayam-special-68-di-singkawang

“Karena kalau gak dilempar bakal lengket, setelah dilempar mi akan pecah atau terpisah satu demi satu helai,” ujar Herry Liu, sang pemilik sekaligus koki di kedainya, saat dikunjungi, Minggu (12/2/2017).

Herry mengatakan trik dilempar tersebut semata-mata bukan untuk atraksi mengundang pembeli. Tetapi, karena tekstur mi buatannya yang sangat lengket ketika dibuat. Mi bakso dan pelengkap lain di kedainya adalah racikan keluarganya sendiri, hanya kwetiau yang Herry beli di pasar. 

bakmi-ayam-68-di-singkawang-kalimantan-barat

“Pertama kali buka, mi belum dilempar. Sejak tahun 77 hingga sekarang mulailah mie dilempar. Pengunjung memang kerap menyebutnya bakmi loncat atau bakmi lempar,” tuturnya dengan senyum khas pada para pembeli yang sedang mengabadikan atraksinya di depan kedai.

Salah satu menu andalan di kedai makan Herry ini ialah bakmi Spesial 68. Dalam semangkuk bakmi spesial 68, akan anda dapati begitu banyak lauk, salah satunya babat, telur dadar potong, hekang, tahu, ayam, daging sapi, udang kupas, dan bakso. Untuk sayurnya, ada daun selada, dan kecambah. Kuah disediakan terpisah. Kuah baksonya tercium aroma kaldu sapi, segar. Bakso buatan disini bertekstur empuk, walaupun serat-serat urat sapi yang padat masih terasa.

bakso-sapi-bakmi-ayam-68-di-singkawang-kalimantan-barat

Ragam lauk yang tercampur di atas mangkuk mi juga menunggu untuk disantap. Uniknya, terdapat telur dadar yang sengaja diiris memanjang, dan hekang, sejenis kwetiau berbahan daging udang giling. Meski sudah diberi udang kupas, hekang juga berfungsi untuk menambah cita rasa gurih mi spesial 68. Babat serta daging sapinya juga tak berbau amis, yang menurut Herry karena telah mengalami perebusan dalam waktu yang cukup lama.

Mi yang merupakan racikan keluarga secara turun temurun disini terlihat sangat keriting, teksturnya tidak terlalu lembek dan tidak mudah mengembang sehingga butuh sedikit kesabaran karena lebih dari 30 menit hidangan baru bisa tersaji.

Untuk wisatawan Muslim, jangan khawatir, karena bakmi 68 termasuk salah satu bakmi yang halal. Bahkan Herry mengklaim jika bakminya merupakan bakmi pertama yang halal di Singkawang, yaitu sejak tahun 1977.

Kedai Bakmi 68 tercatat menjual aneka olahan mi yang dibanderol mulai dari harga Rp.9.000 hingga Rp.38.000. Jadi jika anda ingin mencicipi Bakso Sapi Bakmi 68, perlu diketahui jika kedai ini tak punya jam operasional tetap ternyata. Namun, anda boleh coba datang sekitar pukul 09.00-10.00 Wita pagi. Waktu buka tersebut tergantung banyaknya porsi yang disiapkannya, dan tutup paling malam pukul 20.00 WIB. “Kalau ada perayaan atau libur kan butuh porsi banyak jadi bukanya lebih siang dikit karena nyiapin dulu,” tutup Herry.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait