RESTU DAN DOA TA “MENUJU LUWU 1”
Tanggal Posting : Selasa, 11 Oktober 2016 | 10:27
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 472 Kali
RESTU DAN DOA TA “MENUJU LUWU 1”
Bachrianto Bachtiar Bakal Calon Bupati Luwu Periode 2018 - 2023

Pemilih dan Rekan Luwu Hormatku Semua. Izin Saya Bachrianto Bachtiar Bakal Calon Bupati Luwu Periode 2018 - 2023. Restu Dan Doa ta adalah Harapanku. Semoga perjalanan hidup kita semakin mudah dengan rezeki yang cukup dan berkah. Salam untuk keluarga.

Hari ini adalah hari yang penuh berkah, kita bersyukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat, anugerah, dan karunia sehingga kita bisa menjalankan tugas sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini dengan baik. Dari lubuk hati yang dalam, kita harus benar-benar menginsafi bahwa tanpa limpahan rahmat-Nya, mustahil kita melanjutkan kehidupan, apalagi menunaikan tugas-tugas yang telah dibebankan. Dan janganlah kita menjadi makhluk yang kufur nikmat, karena sesungguhnya jika kita menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kita menghitungnya.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang benar sesuai syariat Agama Islam. Dialah pendidik sejati yang menanamkan ruh iman ke dalam dada sahabat-sahabatnya, sehingga mereka menjadi sosok yang bisa memposisikan jiwa dan harta sesuai kehendak Ilahi. Dalam perjalanan sejarah, kita saksikan betapa mereka rela, bahkan berlomba untuk mengorbankan harta dan jiwanya demi meraih ridha Allah Swt.

DERITA UMAT AKIBAT KELAKUAN PEMIMPIN

Adalah fakta yang tak bisa dipungkiri bahwa demokrasi yang berjalan saat ini belum berhasil mewujudkan cita-cita reformasi. Peluang yang terbuka lebar kepada semua orang untuk menduduki jabatan publik, ternyata menciptakan iklim politik yang kurang sehat. Banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, termasuk menggunakan politik uang.

Demokrasi Biaya Tinggi

Besarnya nilai finansial yang harus dikorbankan untuk meraih jabatan politik, membuat sebagian pemimpin di negeri ini memandang jabatan sebagai komoditas yang bisa ditransaksikan untuk dimiliki. Mereka tidak sadar bahwa cara pandang tersebut akan membentuk mereka menjadi benalu yang menghisap saripati bangsa sendiri. Mengeksploitasi sumber daya alam untuk menangguk keuntungan pribadi, kemudian menghibur umat dengan data-data statistik yang menyesatkan.

Sayangnya, pragmatisme finansial telah membutakan kita dari wasiat luhur ini saat memilih pemimpin. Sehingga, banyak jabatan publik yang jatuh ke tangan sosok-sosok yang kurang amanah. Jadi, tidak perlu heran jika sekarang masyarakat Indonesia disuguhi pemandangan yang ironis ketika melihat perbedaan kontras antara kondisi rakyat dan pemimpin.

bachrianto-bachtiar-bakal-calon-bupati-luwu

Penderitaan Rakyat dan Kemewahan Pemimpin

Saat ini masih banyak rakyat yang berjuang untuk bertahan hidup karena terhimpit kemiskinan, namun pada saat yang sama, kita menyaksikan para pejabat terlena dalam gelimang kemewahan. Hidup hedonis dan gemar bersenang-senang, memburu prestise dengan membeli barang-barang yang tidak diperlukan, bahkan melanggar rambu agama dengan mengkonsumsi makanan atau minuman haram dan obat-obatan terlarang. Mereka bersikap acuh terhadap masyarakat yang melarat, padahal mereka mendapatkan rezeki dan pertolongan berkat doa orang-orang melarat.

Hubungan antara pemimpin dengan rakyat juga tidak berjalan harmonis. Ada jurang sosial dalam serta dinding birokrasi tinggi yang memisahkan mereka dengan rakyatnya. Sehingga, jangankan untuk mengadukan hajat dan kebutuhan, untuk menyampaikan aspirasi dan koreksi saja, masyarakat dipaksa menempuh jalur panjang dan berliku. Maka wajar kalau mereka menggunakan cara demonstrasi.

Rakyat terlalu penat menunggu janji yang tak kunjung terealisasi. Terlanjur lelah meniti jalur birokrasi ketika hendak menyelesaikan masalah-masalah yang sebenarnya sederhana.

Baca Juga: SAYA LUWU SAYA BACHRIANTO BACHTIAR

MASYARAKAT LUWU MERINDUKAN PEMIMPIN KREATIF

Kondisi inilah yang membuat masyarakat khususnya di Kabupaten Luwu merindukan pemimpin yang merakyat. Pemimpin aspiratif yang peka terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat luwu. Figur yang terampil membina hubungan dengan masyarakat seperti dicontohkan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Sosok bersahaja yang memandang dan memperlakukan warganya sebagai sahabat, tidak elitis dan meremehkan karena menganggap masyarakat sebagai bawahan.

bachrianto-bachtiar-bakal-calon-bupati-luwu

Kerinduan yang harus dikelola dengan baik agar bisa disalurkan secara positif. Kita harus sadar bahwa dalam sistem demokrasi, kedaulatan ada di tangan rakyat. Artinya, kita bebas memilih dan mengangkat pemimpin yang kita inginkan. Oleh sebab itu, agar penderitaan akibat ulah dan kelakuan pemimpin ini segera berakhir, mari kita jadikan mekanisme suksesi kepemimpinan di Luwu nantinya sebagai sarana menghadirkan pemimpin kreatif. Beri penghargaan pemimpin kreatif dengan memilihnya menjadi Luwu 1, dan hukum pemimpin yang lemah dan culas dengan tidak memilihnya.

MEMILIH PEMIMPIN MENENTUKAN MASA DEPAN

Mengapa Masyarakat Luwu harus memberikan kriteria yang spesifik mengenai pemimpin? Jawabannya, karena Masyarakat Luwu menyadari betul arti penting sebuah kepemimpinan. Masyarakat di Luwu memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang vital dan fundamental, karena pemimpin menempati hierarki tertinggi dalam struktur bangunan sosial. Dialah penentu arah perjalanan hidup warga Luwu. Dinamisator pembangunan fisik dan mental, serta inspirator setiap kebijakan yang mengarah pada terwujudnya kejayaan: baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Memilih pemimpin, bukan sekadar mengangkat seorang figur untuk menduduki posisi penting dalam struktur kenegaraan dan kepemerintahan. Lebih dari itu, memilih pemimpin berarti memilih masa depan. Seperti apa karakter pemimpin yang dipilih, seperti itu jugalah masa depan yang akan dinikmati oleh suatu umat.

Artinya, jika amanah kepemimpinan diserahkan kepada pribadi kreatif yang pandai meningkatkan kualitas sumber daya manusia, cerdas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, serta bertanggung jawab menjaga aset masyarakat luwu, berarti warga luwu sudah berada di jalur yang benar dalam menyongsong masa depan yang cerah. Demikian juga sebaliknya, jika kepemimpinan jatuh kepada pribadi culas yang tidak peduli dengan nasib masyarakat di Luwu, mengeruk sumber daya alam untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, membiarkan korupsi merajalela bahkan ikut terlibat di dalamnya, pasti masa depan Luwu tersebut suram, gelap, dan tak ada harapan untuk maju.

Hubungan Pemimpin dan Masa Depan

China awalnya adalah bangsa penggembala dan petani biasa, namun di tangan Jengis Khan, mereka berhasil membangun imperium dan kebudayaan yang luar biasa. Bangsa Arab juga sama. Awalnya mereka hanyalah segerombolan suku nomaden yang mendiami tanah tandus, tapi di tangan Muhammad bin Abdillah, mereka berevolusi menjadi kiblat peradaban dunia sepanjang abad pertengahan.

Inilah bukti sahih pentingnya figur pemimpin di Luwu bagi masa depan. Ketika figur kreatif yang tampil sebagai pemimpin, Masyarakat di Luwu bisa berharap untuk mengecap kemajuan, meskipun daerahnya minim sumber daya manusia dan sumber daya alam. Itulah yang ingin saya buktikan kepada Masyarakat Luwu. Sebaliknya, jika masyarakat dipimpin oleh sosok yang lemah dan culas, jangan pernah berharap akan terjadi perubahan, betapa pun melimpahnya sumber daya alam dan tingginya kualitas sumber daya manusia di Luwu. Inilah yang terjadi kepada bangsa Romawi ketika dipimpin Constantine XI, kepada bangsa Sind di India ketika dipimpin oleh Bahadur Syah, serta kepada umat Islam Andalusia ketika dipimpin Abu Abdullah.

Doa dan Harapan

Dalam mengakhiri tulisan ini, Saya ingin mengingatkan kembali bahwa kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, demi terciptanya tatanan berbangsa dan bernegara yang bersih dan amanah. Oleh sebab itu, kita harus sadar bahwa setiap perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.

Dan melalui tulisan ini, saya mohon dukungan segenap Masyarakat Kabupaten Luwu sebagai momentum menuju Luwu 1 untuk perubahan dan perbaikan demi kemajuan bersama. Amin




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait