Programkan Go Digital, Pariwisata Sulawesi Utara Dilirik Mesin Pencari Terbesar China, Baidu
Tanggal Posting : Jumat, 20 Oktober 2017 | 10:34
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 111 Kali
Programkan Go Digital, Pariwisata Sulawesi Utara Dilirik Mesin Pencari Terbesar China, Baidu

SUKSESINDONESIA - Hingga saat ini, GOOGLE menjadi mesin pencari paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tapi khusus di China, Google masih kalah telak dari Baidu yang saat ini menjadi mesin pencari terbesar di Tiongkok. Apalagi sejak Google resmi keluar dari China pada tahun 2010 silan, Baidu makin melesat jauh sampai sekarang.

Meskipun cuman melayani mayoritas pengguna internet China dan di Jepang, tapi Baidu sukses melejit menjadi situs nomor 5 yang paling sering dikunjungi pengguna internet di berbagai belahan dunia. Mesin pencari Baidu dikabarkan sudah memiliki hingga 800 juta halaman situs dengan sekitar 80 juta gambar yang dapat diakses.

Dan baru-baru ini, berdasarkan data Baidu, mayoritas pengguna internet di China ternyata banyak searching informasi tentang Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya. Khususnya seputar informasi pariwisata. Maka dari itu, tak heran jika turis China makin booming ke Bumi Nyiur Melambai. Dan itulah sebabnya Baidu mulai melirik Sulawesi Utara, Kota Manado pada khususnya.

baidu-mesin-pencari-china-lirik-pariwisata-manado

Damayanti, Direktur Baidu untuk Indonesia telah berkunjung ke Manado pada Rabu, 11 Oktober 2017 kemarin karena Manado (Sulut) dianggap kota yang cukup banyak diklik di mesin pencari Baidu oleh warga Tiongkok. Adapun tujuan Management Baidu ke Manado untuk bertemu dan mendata semua potensi bisnis pariwisata yang ada di Manado, dan Sulut pada umumnya guna mensinkronkan di platform Baidu.

Hal ini harus dilakukan oleh Baidu, karena oleh mesin pencari tersebut, mereka masih mengalami kendala terkait minimnya informasi tentang pariwisata di Sulut. Apalagi jika merujuk pada data di Kementrian Pariwisata Indonesia, info tentang daerah yang lagi naik daun pariwisatanya seperti Manado, justru kurang.

Maka dari itu, adanya keinginan Baidu untuk mengeskplorasi data pariwisata Sulawesi Utara, Pemerintah Sulut sangat merespons positif keinginan Baidu yang telah mau mensupport pariwisata Sulut melalui situs mesin pencari mereka. Dipastikan ini akan sangat menguntungkan bagi PAD Sulut dalam hal kunjungan turis dari China, termasuk Jepang yang menjadi segmen terbesar Baidu.

“Mengelola pariwisata Sulut, sesuai keinginan dan arahan Pak Gubernur, Pak Olly, adalah memberdayakan program Go Digital. Nah, audiensi Baidu kemarin menjadi bukti jika Sulawesi Utara sangat serius untuk mewujudkan ini,” tegas Wagub, Steven Kandouw.

Dan kemarin, Kamis, (19/10) pihak Baidu melalui perwakilannya di Indonesia telah mengadakan sosialisasi sekaligus training pemanfaatan promosi bersama industri wisata di sulut.

Untuk informasi, Baidu didirikan oleh Robin Li dan Erci Xu pada tahun 2000 atau 2 tahun setelah Google berdiri. Baidu memiliki arti ’Ratusan kali’. Kata Baidu sendiri diambil dari sebuah puisi yang ditulis di jaman dinasti Song. Puisi ini menceritakan pencarian seorang gadis di tengah kesulitan dan segala hambatan yang dihadapinya. 

Sebuah pencarian mulia yang telah dilakukan hingga ratusan kali atau bahkan ribuan kali, yang akhirnya memberikan hasil mengejutkan dan membahagiakan. Sehingga pemilihan kata Baidu ini saja, sudah sangat mencerminkan tekad pendiri untuk membangun sebuah mesin pencari yang mampu memberikan hasil akhir terbaik.

Sebelum Robin Li mendirikan Baidu, ia lebih dulu bekerja di Wall Strett Journal divisi edisi online. Selama bekerja Wall Street Journal inilah, Robin berinisiatif membuat algoritma yang mampu menyusun indeks situs. Setelah sukses mendapatkan paten dari pemerintah Amerika, Robin akhirnya memutuskan kembali ke China dan membuat mesin pencari sendiri.

Sebagai sebuah mesin pencari, Baidu diketahui produk yang memang kompetitif. Baidu tidak hanya sebagai mesin pencari biasa tetapi diciptakan khusus untuk pengguna internet di China. Baidu dilengkapi dengan map, berita, video bahkan sebagai tempat dimana anggota komunitas dapat berinteraksi. 

Salah satu keunggulan Baidu jika dibandingkan dengan Google yakni produk Baidu mampu memuaskan penggunanya yang ingin mengunduh lagu dan musik China. Keunggulan lain adalah penyediaan ensiklopedia China yang sangat lengkap dan tidak dimiliki oleh pesaing lainnya.

Dengan dasar inilah, meski terlibat persaingan keras seperti Google, Yahoo, Bing dan beberapa mesin pencari lokal lainnya, Baidu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Bercermin pada kondisi diatas, kondisi pemerintahan provinsi dan Kabupaten di Sulawesi Selatan, sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, sudah terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan orang. Digital sudah mengubah Customer Behavior, menuju ke mobile, personal dan interaktif. 

Di sektor pariwisata, search and share mencapai 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service, menyuruh customers datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata.

Solid, speed (kecepatan) dan smart (pintar) yang menjadi mesin untuk menggerakkan konsep ’Go Digital Be The Best’ bidang kepariwisataan yang sebaiknya mulai digagas oleh Pemprov Sulsel dan Pemerintah Kabupaten di Sulsel agar lebih cepat melaju. Apalagi yang sudah percaya diri menempatkan pariwisata sebagai portofolio bisnis dalam membangun daerahnya.

Hendra Abdi
CEO PT. DIGIFOM




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Belum ada berita