Mr. Paul Radu; Pelaku Kriminal Lintas Negara Takut Sama Jurnalis Investigasi
Tanggal Posting : Rabu, 13 Desember 2017 | 14:19
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 90 Kali
Mr. Paul Radu; Pelaku Kriminal Lintas Negara Takut Sama Jurnalis Investigasi

SUKSESINDONESIA - Mungkin banyak belum kenal dengan Paul Florin Radu atau Paul Radu. Beliau merupakan direktur eksekutif Proyek Peliputan Korupsi dan Kejahatan Terorganisir (OCCRP). Organisasi OCCRP adalah konsorsium pusat investigasi yang pendirinya Radu dan rekannya, sesama wartawan investigatif Drew Sullivan. OCCRP menjadi satu-satunya organisasi non profit yang purnawaktu mengirimkan laporan investigasi khusus tentang isu kejahatan terorganisasi dan korupsi.

Radu sebuah nama besar dalam dunia jurnalisme investigasi. Dirinya telah menerima sejumlah penghargaan internasional atas kerja jurnalistiknya. Sebuat saja Knight Internasional Journalism Award dan Investigative Reporters dan Editors Award pada 2004, dan Global Shining Light Award serta Tom Renner Investigative Reporters and Editors Award pada 2007.

Pengalaman Radu di dunia investigasi bukanlah cerita yang dibuat satu malam. Selain aktif di OCCRP, Radu juga kerap membagikan ilmu investigasinya di beberapa seminar dan konferensi journalisme. Adapun salah satu karya Radu yang sekarang banyak digunakan oleh jurnalisme di banyak negara, khususnya para jurnalis data adalah "Investigative Dashboard" sebuah perangkat berbasis data yang dapat membantu para investigator jika ingin mencari data yang dibutuhkan.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, Radu dalam "Global Investigative Journalism Conference" di Johannesburg, Afrika Selatan coba membagikan pengetahuannya mengenai kejahatan global tingkat tinggi yang selalu melibatkan banyak negara. Dan berikut hasil wawancara Radu yang dilakukan di tengah konferensi tersebut.

Kenapa Anda fokus di kejahatan terorganisir?

Sejak kecil saya terbiasa berkeliling dunia. Disitu, saya melihat banyak kriminalitas transaksional. Dan penting untuk dipahami bahwa kejahatan terorganisir biasanya dilakukan antara satu negara dan negara lainnya. Karena kejahatan terorganisir tingkat tinggi dapat memengaruhi pencurian tingkat tinggi atau pencurian bernilai miliaran dollar. Maksudnya, semuanya tidak mungkin berjalan jika tidak ada komponen transaksional. Pasti akan selalu ada jaringan yang melintasi batas geografi. Dan itu yang coba saya pahami.

Pengalaman pertama dulu di mana?

Untuk perjalanan pertama ke luar negeri, saya memilih ke bagian utara Kolombia. Disana saya berbaur dengan masyarakat lokal agar bisa mempelajari tanaman koka, sejenis narkoba. Dari daun koka inilah, masyarakat Kolombia bisa memproduksi kokain (cocaine). Tapi, masyarakat lokal disana hanya menanam koka, mereka tidak ikut memproduksi narkoba. Tapi kemudian mereka memanen koka guna dijual untuk diproduksi jadi pasta, tahap pertama jadi kokaina. Sampai disini, itu sudah masuk kategori narkoba. Kolombia diketahui mampu memproduksi 90 persen lebih kokaina ke seluruh dunia. 

Kemudian saya jadi penasaran, bagaimana cara kerja penjahat itu, karena ekonomi narkoba kita ketahui bersama nilainya miliaran dollar. Jadi, pasti tidak semuanya berputar di Kolombia saja. Tidak mungkin, perputaran uang sebesar itu bergerak tanpa pasar misalnya di Amerika Serikat atau Eropa. Disini saya coba pahami dan pada akhirnya membuat saya memilih fokus di kejahatan korupsi terorganisir. Dan ini menjadi tantangan terbesar dunia saat ini. 

Maksudnya, para kriminal itu terlibat dalam jaringan lintas negara. Bahkan sebagian dari penjahat itu adalah orang-orang terpintar, paham banyak negara, serta punya akses ke banyak negara pula.

Apa yang "orang-orang pintar" itu lakukan?

Sebenarnya yang "orang-orang pintar" itu lakukan sederhana. Mereka memulai bisnis narkoba di daerahnya. Dari bisnis kecil kemudian tumbuh. Naik ke tahap antar negara karena mereka sadar bisnisnya mampu melintasi negara. Kemudian mereka paham dengan prtumbuhan bisnisnya, mereka dapat menembus benua, misalnya ke Asia Tenggara, Asia Selatan, dll. Mereka bahwa berkunjung ke daerah itu bukan hanya sebagai turis, mereka juga sekalian membawa otak kriminalnya bersama plesiran. 

Tujuannya jelas, agar mereka bisa merencanakan bisnis jahatnya, bagaimana mereka bisa menghasilkan uang dari sana.

Dan saat mereka sudah tumbuh secara global, disaat yang bersamaan, institusi penegakan hukum seperti polisi, badan intelijen yang seharusnya menghentikan para penjahat tersebut justru seakan tidak berdaya, karena saat para kriminal ini bergerak global, hukum tetap berada pada level nasional. Aparat itu terhalangi batas. Contohnya di Indonesia, polisi digaji oleh penduduk Indonesia. Maka, mereka tidak bisa bekerja untuk negara Filipina atau Malaysia. Dan itu memudahkan si kriminal.

Benar, ada beberapa jenis dan metode kerja sama, tapi itu sangat-sangat lambat dan terbatas. Dan sebenarnya politik juga ikut bermain. Misalnya presiden Indonesia tidak terlalu dekat dengan presiden Filipina, tidak akan ada penegakan hukum guna menanggulangi masalah itu. Dari dasar inilah, kriminalitas global tidak pernah punya punya musuh bersama, dan menjadi alasan kenapa mereka merasa aman main di skala global. 

Dan satu-satunya musuh bersama mereka yaitu Jurnalis Investigasi yang mampu bekerja dan menyelidiki kejahatan global yang terorganisir.

Contohnya?

Contohnya, ada seorang kriminal yang tinggal dan bekerja di Afrika Selatan dan Indonesia. Kalau polisi di Johannesburg butuh informasi polisi dari Indonesia, mereka tidak boleh dan tidak bisa langsung kirim email, SMS atau telepon minta data.

Pertama yang mesti polisi di Johannesburg lakukan adalah mendatangi kementerian luar negeri Afrika Selatan agar menghubungkan kepolisian Johannesburg ke kementerian luar negeri Indonesia dan dikoneksikan ke polisi Indonesia dan sebagainya. Ini baru bisa terjadi jika ada perjanjian antar kedua negara yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi. Akan tetapi, meskipun sudah ada kerjasama, tetap saja butuh waktu berbulan-bulan untuk informasi itu sampai kemari ke Afrika Selatan misalnya. 

Faktanya, kriminal tidak bekerja dengan sistem begitu. Mereka cepat. Jadi saat polisi baru investigasi satu kasus dan sudah makan waktu setahun bahkan bertahun-tahun, si kriminal malah sudah bergerak ke skema berikutnya, ke level berikutnya.

Biasanya, seorang jurnalis investigasi baru akan bekerja jika mendapatkan satu kasus yang salah terjadi. Tapi tindakan kriminal malah terus berkembang. Bagaimana mencegah dan menyikapi keadaan ini?

Jika kamu paham gerak kriminalitas terorganisir, disitu kamu akan lihat pola yang sebenarnya mereka lakukan berulang-ulang kali. Itu jika sesuatu berhasil mereka terapkan di suatu tempat, misalnya di Indonesia, si kriminil pasti akan pakai di Jepang, Cape Town, dan tempat lainnya. Jadi, sebagai jurnalis investigatif yang kamu lakukan adalah menggunakan semua bentuk teknologi dalam mengumpulkan data agar pola itu bisa terlihat. 

Apalagi jika kamu mengenali polanya, segera masukkan ke komputer atau laptopmu. Dan saya punya sebuah software yang berfungsi untuk memasukkan semua pola kriminalitas terorganisir. Sofware ini mampu mencampur semua pola. Bahkan dengan sofware ini, kamu akan tahu pola kriminal yang selama ini belum kamu tahu. 

Pemilihan penggunaan teknologi, saya sebagai jurnalis investigasi bahkan mampu mendeteksi jika si kriminil membuka toko di tempat terpisah. Semacam algoritma Google alert.

Bagaimana Cara Kerja Sofwarenya?

Sofware saya belum bisa bekerja dalam tahap global, masih pada tahap suatu negara. Karena, saya harus lihat data-data serupa dulu. Dan pekerjaan ini sangat menarik. Di sofware saya, kamu bisa masukkan nama yang sedang menarik perhatianmu.

Nama-nama itu kemudian akan disesuaikan dengan data-data yang terdapat di database. Jika ternyata kemudian kamu menemukan nama itu punya perusahaan besar di Cina misalnya, tentu kamu harus tetap melakukan investigasi, karena tidak boleh asal main asal rilis data. Meskipun nama itu nama seorang kriminal yang telah dihukum, tidak ada jaminan jika perusahaan yang didirikannya di luar negeri merupakan perusahaan hasil kriminal. 

Beda jika kamu mempunyai petunjuk lain yang kuat mengarahkan ke sana. Contohnya, ketemu data yang mengatakan si kriminal itu mempunyai koneksi kepala intelijen negeri itu, kamu boleh mengeksposnya. Pastinya secara proper.

Bagaimana Maksud ’Follow the Money’?

Biasanya, sebagai jurnalis investigasi, kami memulainya dari sebuah nama atau sebuah perusahaan. Gagasan dasarnya, ikuti semua kegiatan orang itu atau perusahaan sebanyak mungkin, dan coba temukan bisnis yang dirinya terlibat di dalam. Jadi, ketika saya punya nama seseorang, tim akan masukan namanya ke database. Jika sudah ditemukan bisnis tempatnya terlibat, tim saya akan mencoba menggambar lingkaran bisnis itu. Dari gambaran itu, kami coba membaca alur uangnya bergerak. Dari sana, kami akan pergi ke jaringan sosial. Semuanya ini tentang zoom in and zoom out.

Cara untuk memulainya bagaimana?

Pertama, yang biasa saya lakukan adalah bicara dengan para kriminal itu. Kriminal baik dia bandar narkoba, penjahat human trafficking, penipu, dan kriminal-kriminal lainnya di banyak negara. Saya diskusi dengan mereka, bertanya bagaimana mereka melakukannya, kenapa mereka melakukan. Saya coba dengar dan pahami sedikit banyak alasan mereka melakukannya. 

Polisi memang punya informasi, tapi terbatas. Makanya, kebanyakan pekerjaan kami sebagai jurnalis investigasi adalah bagaimana melihat jaringan kriminal ini. 

Benar, memang susah cari yang mau bicara, tapi tetap ada sebagian yang mau bicara. Dan saya tetap akan mengekspos mereka, meskipun mereka telah memberikan informasi mengenai kriminal lainnya.

Bagaimana si kriminal itu bisa mempercayai seorang jurnalis yang mewawancarainya?

Yang penting dipahami dari si para kriminal ini adalah sikap adilmu. Dan saya memang tidak lagi sedang memainkan permainan tipu-tipu. Contohnya, saya dan tim tidak pernah menulis tentang keluarga si kriminal. Jika benar dia seorang kriminal, belum tentu adik atau abangnya kriminal juga. Atau anaknya. Jadi, itu penting. 

Jika seorang kriminal sudah tahu dan paham kalau kamu jujur dalam menjalankan pekerjaanmu, risiko untuk kamu secara otomatis juga menurun. Selama kau selalu jujur sama mereka dan sejak awal bilang wawancara yang dilakukan akan dipublikasikan, termasuk cara kamu menjelaskan ke pembaca menjadi sangat penting. Mereka harus paham bagaimana caramu bisa memperoleh informasi.

Pekerjaan sebagai jurnalis investigasi pasti sangat bahaya dan mengancam nyawa?

Jika kamu seorang jurnalis investigasi untuk topik ’Organized Crime’ pasti kau dapat banyak masalah di hidupmu. Teman saya di organisasi pernah diancam, saya diancam. Teman kami punya masalah, saya punya masalah. Tapi, sekali lagi, yang coba saya dan teman-teman lakukan adalah berusaha sejujur mungkin. Dan kami semuanya tentu saja punya asuransi jiwa. Ini sangat-sangat penting, khususnya bagi jurnalis investigas dengan kejahatan tingkat tinggi. Orang-orang di lingkarang ini pastinya punya duit banyak dan pengacara kelas atas. Jadi, kapan saja mereka bisa menuntutmu kemudian mengambil semua yang kau punya. 

Satu risiko yang pasti tidak bisa terelakkan jika kamu sudah mempublikasikan laporanmu ke situs. Kau bisa kena tuntutan dari banyak sekali orang kuat di berbagai negara. Mereka hanya perlu lihat dari mana alamat IP situs itu yang menerbitkan laporannya.

Anda menghadapi banyak perusahaan besar dan permasalahan legal jika secara sembarangan menerbitkan laporan. Bukannya itu malah jadi susah saat anda ingin meminta konfirmasi ke perusahaan-perusahaan besar itu, apalagi langsung dari para big bos?

Sebelum ke sana, saya dan tim harus mengumpulkan data sebanyak mungkin. Dan saat bertemu dengan orang-orang itu, kami menyampaikan jika kami punya banyak informasi tentang mereka. Sampai disini, mereka pasti mau diajak bertemu. 

Kedua, yang saya dan tim lakukan adalah tidak sedang mencari pembenaran. Karena, mereka bisa saja berbohong. Untuk mencegah itu, saya harus punya data yang sangat lengkap. Sehingga, saat bertanya, “Kamu punya perusahaan ya di sana?” dia menjawab, “Oh, tidak!” Saya bisa menunjukkan rekaman resminya dan dia tidak bisa mengelak.

Jangan bertemu orang-orang ini kalau cuma untuk memancing. Jadi, sebenarnya saya tidak benar-benar perlu mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan. Karena, saya dan tim sudah punya semua jawabannya. Tapi ingat, tetap berlaku adil. Dan kamu perlu menunjukkan kepada pembaca, orang seperti apa mereka sebenarnya.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Belum ada berita