Mengangkat Derajat Desa di Bua dengan Internet
Tanggal Posting : Minggu, 9 Oktober 2016 | 09:03
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 537 Kali
Mengangkat Derajat Desa di Bua dengan Internet
ilustrasi; Pentingnya Internet Masuk Desa

Tak dapat dipungkiri, masih banyak pedesaan di Kabupaten Luwu yang tertinggal. Padahal, ada bermacam potensi yang dapat digali. Maka, teknologi informasi yang diharapkan jadi solusinya.

"Akan terbangun yang namanya sinergi antar desa berbasis teknologi informasi. Terciptalah jembatan internet desa, terjadi perniagaan, penjualan produk-produk," demikian impian Ummie Alfatih, Sekretaris Desa Desa Padang Kalua, Bua, saat ditemui di Kantor Desa Padang Kalua, Kamis (6/10/2016).

Ummi demikian biasa disapa ingin desa, khususnya Desa Padang Kalua, Bua dibangun semacam pusat Teknologi dan Informasi atau Destika. Tujuan dibentuknya Desa Teknologi dan Informatika ini nantinya adalah agar makin banyak warga desa Padang Kalua makin melek teknologi khususnya internet yang punya banyak manfaat. Selain menjual barang dengan sistem trading online, juga untuk beragam edukasi bagi anak-anak muda.

"Harapannya, ingin meminimalisir rantai distribusi, antar warga, dan antar desa juga bisa saling mengenal. Diharapkan terjadi proses belajar dengan TI. Ada kerja sama juga dengan kampus dan lembaga pendidikan lain," papar Ummi.

Berbagai teknologi diharapkan bisa diadakan di desa Padang Kalua untuk warganya. Misalnya platform video streaming yang akan menampilkan banyak chanel edukasi dan hiburan untuk warga desa.

"Dengan kampus dan lembaga pendidikan lain, mudah-mudahan bisa dibuat e-learning. Kerja sama dengan BLK selama ini, kalo bisa mereka tidak harus ke desa lagi. Cukup buat chanel untuk mengajari cara servis Hp, menjahit, misalnya," papar Ummi.

desa-padang-kalua-bua

Untuk program kali ini, Ummi ingin meningkatkan awareness mengenai pemanfaatan TI untuk masyarakat desa padang kalua.

"Saya ingin awareness bagi warga di desa padang kalua karena pemerintah desa sendiri sadar banyak hasil bumi bagus di Padang Kalua tapi belum menguntungkan masyarakat dalam arti yang sesungguhnya. Komunitasnya diperluas, multisektor dan lebih luas jangkauannya," sebutnya.

Biaya untuk penerapan TI sendiri berasal dari anggaran desa yang dikucurkan tiap tahun dari dana desa. Ummi pun berharap nantinya akan terjadi sinergi berkelanjutan di sektor TIK pada level desa, antar desa dan juga desa kota.

Dalam Program Desa Teknologi dan Informatika (Destika) nantinya, bisa juga diselenggarakan beragam workshop dan seminar. Misalnya dengan topik mengembangkan teknologi pemetaan digital dengan GPS, drone, membuat mekanisme pembelajaran digital (e-learning), hingga sistem administrasi pemerintah berbasis teknologi (e-governance).

Ummi meyakini program desa melek teknologi ini akan berhasil dan berkelanjutan. Pengawasannya sendiri bisa melibatkan relawan TI, aparat desa, dan pemerintah kabupaten yang siap membimbing warga desa.

Ia menambahkan aparat di desanya telah berkomitmen meningkatkan adopsi teknologi di daerahnya. Sehingga diharapkan di masa depan, semakin banyak warga desa Padang Kalua melek teknologi dan terangkat derajatnya.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait