Maksum Runi Ingin Palopo Punya Citra yang Jelas di Mata Nasional dan Global
Tanggal Posting : Jumat, 6 Januari 2017 | 16:27
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 965 Kali
Maksum Runi Ingin Palopo Punya Citra yang Jelas di Mata Nasional dan Global
Maksum Runi Kabag Humas Pemerintah Kota Palopo

SUKSESINDONESIA - Kerja sebagai Kabag Humas menjadi ujung tombak untuk setiap pemerintahan yang ada di Indonesia, dimana posisi Kabag Humas mempunyai peranan besar guna memajukan daerahnya dan membangun citra positif kepada masyarakat luas dan masyarakat Internasional mengenai setiap pembangunan serta jalannya pemerintahan yang baik di daerahnya. Menanggung tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa dikatakan mudah seperti pembinaan di bidang informasi dan kehumasan, meliputi pengumpulan informasi dan pemberitaan, kegiatan protokoler, serta mengkoordinir pembinaan promosi di semua media.

Dengan tanggung jawab demikian besar dan sulit, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, memberikan beban moril tersebut kepada Maksum Runi, SAg,MH, sebagai Kabag Humas dan protokoler Pemerintah Kota Palopo (Sabtu, O2 Juli 2016), yang baru-baru ini juga terpilih sebagai formatur alumni Sekolah Pemimpin Nasional (SPN) saat pemilihan di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta, Jumat (9/12/2016), dan telah mengemban amanah untuk jabatan ini selama kurang lebih 8 bulan.

maksum-runi-kabag-humas-di-palopo

Maksum Runi, SAg,MH, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo ini mempunyai visi terhadap hal-hal yang mungkin sekilas tak perlu disiapkan, namun baginya adalah hal penting. Salah satunya soal citra Kota Palopo. Maksum ingin Palopo punya image yang jelas dan dikenal di Indonesia, bahkan global.

"Sebagai Kota yang kecil, Palopo harus mempunyai citra, harus mempunyai reputasi yang positif di kalangan wisatawan dan masyarakat Kota Palopo sendiri. Sehingga dengan reputasi positif itu bukan hanya memperkuat identitas kita seperti sebuah komunitas, tetapi sekaligus meningkatkan daya saing kota Palopo dibandingkan kota-kota yang lain di Indonesia. Menjadi pusat peradaban tana Luwu dengan simbol To Accae ri Luwu," kata Maksum Runi, yang juga seorang Dosen di beberapa sekolah tinggi kesehatan di Kota Palopo.

walikota-palopo-hm-judas-amir

Lanjutnya, Konsep branding dalam dunia bisnis erat kaitannya dengan keberhasilan suatu perusahaan. Begitu juga untuk Strategi Brand pariwisata di Kota Palopo. Dengan memahami branding dan prosesnya, 2017 akan menjadi tahun bagi Bagian Humas Pemkot Palopo untuk mendorong fondasi awal membangun Real Smart City, City Branding dan Destination Branding. Dengan potensi penerapan otonomi daerah, penguatan mindset staf humas kearah yang lebih profesional dan melek teknologi serta didukung tren globalisasi saat ini, Badan Humas Pemkot Palopo akan berupaya merebut pasar, khususnya wisatawan dan investor dengan strategy Real Smart City, City Branding dan Destination Branding.

Tak hanya itu, melihat peran Bagian Humas yang sangat strategis maka Humas Pemkot Palopo akan terus menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi terkait dengan program kerja, kebijakan serta kinerja pemerintah. Staf humas sebagai corong atau sumber informasi, di 2017 ini dituntut agar meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat dengan harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Kemudian, kecepatan menyebarkan informasi dan ketepatannya juga akan menjadi perhatian seorang Maksum Runi.

Sinergi internal dan pemanfaatan teknologi informasi, akan benar-benar diimplikasikan dalam kegiatan dan tugas sehari-hari bidang kehumasan mulai 2017 ini. Dengan begitu, updating bisa segera diupgrade dan disebarluaskan kepada publik.

maksum-runi-kabag-humas-kota-palopo

Target tersebut telah coba direalisasikan pada 2016 kemarin, salah satunya menyiapkan Ratona Televisi atau disingkat Rativi yang dibiayai oleh pemerintah kota Palopo melalui APBD dan di-setting menjadi government tv atau televisi pemkot Palopo yang telah dapat diakses di Kanal 52 UHF (analog). Tujuannya memberikan keterbukaan informasi mengenai perkembangan di kota Palopo. Rativi yang digagas Bapak Walikota Palopo, yang pengoperasiannya dilakukan oleh Bagian Humas memiliki kelebihan untuk menggali segala potensi dan permasalahan mengenai Kota Palopo.

Rativi mempunyai kemampuan dan porsi lebih dibandingkan TV nasional mengenal Palopo. Dengan Rativi, masyarakat diharapkan memberi peran serta untuk mengenalkan beragam aspek kehidupan Kota Palopo. Misalnya, mengenai kebudayaan, wisata, kuliner, tempat nongkrong yang asyik dan kondisi sosial masyarakat kota Palopo sendiri. Gambaran ini sulit dilakukan secara keseluruhan dengan TV nasional, dan Rativi memiliki kelebihan untuk melakukan siaran ini. Dengan adanya siaran mengenai aspek kehidupan warga Kota Palopo ini, diharapkan timbul sebuah umpan balik, tak hanya keluh kesah yang didapat, namun juga alternatif pemecahannya.

ratona-tv-kota-palopo

Suami dari Ny Hasyanti Sitaba, S.Ag Maksum ini juga mengajak seluruh staf humas, insan media, para blogger dan warga kota palopo yang aktif di media sosial sebagai salah satu stakeholer dalam sebuah pemerintahan yang baik agar berperan aktif menjalankan profesi mulianya sebagai mitra pemerintah untuk menggali informasi-informasi keunggulan Palopo dan mempublikasikannya sehingga semakin berkembang dan dikenal secara meluas.

“Publikasi media dengan banyak mengusung City branding dan Destination Branding Kota Palopo merupakan perilaku yang sangat penting agar memberi positioning yang kuat dalam target pasar pemerintah,” harap Maksum.

Mengenai smart city, Pendiri Forum LSM Tana Luwu (Fortal) dan Pendiri Luwu Parliament Watch ini coba juga memberikan opininya. Beberapa persepsi mengenai smart city perlu dikuatkan lagi, karena ada juga yang mengira bahwa smart city adalah kota yang mempunyai command center atau kota yang mempunyai banyak aplikasi. Ada kasus, suatu kota mempunyai suatu aplikasi tertentu, tetapi warganya tidak tahu bagaimana cara menggunakannya, ada juga aplikasi namun sangat sulit diakses masyarakat karena ketersediaan infrastruktur untuk internetan yang kurang memadai. Demikian juga ruang operasi atau ruang komando, masih banyak yang dipakai sebagai ruang pamer saja.

islamic-center-kota-palopo

Rumit memang, tetapi itulah transformasi kota seperti Palopo menjadi smart city, tidaklah sederhana dengan aplikasi dan dilakukan dalam waktu singkat. Pemerintah Kota Palopo dalam hal ini Bagian Humas akan terus mencoba melakukan evolusi dan komitmen yang luar biasa serta konsisten dalam menerapkan keterbukaan informasi publik dan juga memantapkan kerjasama dengan media massa agar dapat mendukung terwujudnya citra positif Kota Palopo.

Namun demikian, tak cukup dengan itu bisa menyelesaikan persoalan kota Palopo dengan baik, jika tidak ada keinginan gotong royong (co-creation) segenap unsur di kota Palopo sebagai mekanisme yang baik menuju peradaban yang lebih baik. "Ganti kebiasaan senang mengkritik, sifat suka menghakimi itu dengan pikiran terbuka, tanpa ditunggangi emosi negatif," tutup Maksum.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait