Makam Di Toraja Selain Mistis, Mahal Juga Instagenic dan instarammable
Tanggal Posting : Kamis, 2 Februari 2017 | 09:10
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 206 Kali
Makam Di Toraja Selain Mistis, Mahal Juga Instagenic dan instarammable

SUKSESINDONESIA - Sebuah makam sangat erat kaitannya dengan kata mistis. Tapi bagi masyarakat di Toraja, makam tidak cuman mistis namun juga instagenic. Dan bagi anda traveler yang ingin melihat langsung objek wisata makam unik di Toraja bisa berkunjung ke Lemo di Desa Lemo.

Desa Lemo bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Makale, Ibukota Toraja. Sebuah plang bertuliskan Obyek Wisata Lemo akan traveler dapati terpajang di pinggir jalan. Lemo merupakan salah satu lokasi makam yang ada di Toraja. Dengan kontur bukit dan dipenuhi boneka kayu, makam di Lemo ini secara bersamaan terlihat mistis dan instagenic.

wisata-makam-tebing-di-desa-lemo-toraja

Untuk masuk di objek wisata Lemo, traveler diwajibkan membayar tiket sebesar Rp 10.000 per orang. Anda akan di sambut beberapa toko suvenir khas buatan tangan pengrajin Toraja.

Berbeda dengan Kete Kesu, makam yang terdapat di Lemo tidak digantung tapi dimasukkan ke dalam tebing batu yang masih berdekatan dengan rumah warga desa. Makam dibangun diatas tebing, yang ketinggiannya melambangkan status sosial orang Toraja. Tebing batu tersebut akan dipahat menjadi liang yang berbentuk kotak dan diberi pintu. Menariknya, Harga satu makam bisa mencapai Rp.00 juta lho!

wisata-makam-tebing-batu-di-desa-lemo-toraja

Boneka-boneka kayu yang dipasang didepan pintu makam menjadi penanda si empunya makam. Warna pakaian boneka dibuat warna-warni menjadikan makam terlihat lebih cantik tapi tidak meninggalkan kesan seram. 

Dan persis dibawah makam terdapat beberapa keranda cantik. Memiliki atap mirip rumah tongkonan (rumah adat orang Toraja), keranda ini kelihatan instarammable bagi yang tertarik untuk mengfotonya. Walaupun sebenarnya keranda fungsinya untuk membawa peti.

wisata-makam-tebing-batu-di-lemo-desa-lemo-toraja

Peti serta hiasan bunga juga diletakkan begitu saja di bawah tebing atau di samping keranda. Untuk peti yang size nya terlalu besar tidak akan dibawa masuk ke dalam liang makam. Hal ini biasa terjadi untuk mayat yang dikirim dari luar Toraja.

Menurut masyarakat sekitar suasana makam akan terasa ’merinding’ jika ada seseorang yang baru dikuburkan di situ. Perasaan merinding terasa berangsur-angsur hilang setelah lewat seminggu dari hari penguburan. Kejadian ini jadi hal biasa yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang tinggal berdekatan dengan makam. Hiii..

Di akhir perjalanan, rasa lelah karena naik turun tangga akan hilang seketika jika traveler menoleh ke sisi berlawanan dari makam. Hamparan sawah luas nan hijau akan memanjakan mata anda. Pohon-pohon yang berdaun lebat seakan memayungi traveler selama tracking. Kursi-kursi kayu juga banyak disiapkan untuk beristirahat sejenak.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait