Mahasiswa UNM Sukses Dengan Menari Karena Kecelakaan
Tanggal Posting : Minggu, 14 Agustus 2016 | 21:30
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 462 Kali
Mahasiswa UNM Sukses Dengan Menari Karena Kecelakaan
Nilawati Mahasiswa Fakultas Seni Dan Desain UNM

SUKSESINDONESIA.COM - Hidup tanpa menari, bikin Nilawati atau biasa disapa Nila mati gaya! Yup, karena cewek kelahiran 22 tahun silam ini, sudah menggeluti seni tari tradisional sejak 4 tahun lalu. Keseriusan dan bakatnya yang so awesome, berhasil membawanya ke berbagai event tari yang diselenggarakan di Makassar dan diberbagai daerah di Sulsel dan Sulbar yang bertaraf nasional dan internasional beberapa tahun terakhir ini lho, kawan.

Mau tahu kemana saja mahasiswi jurusan tari UNM ini, melanglang buana? Yuk, simak interview eksklusifnya berikut ini!

Halo, Asal kamu dari mana?

Saya dari kecil hingga lulus kulian di Polman, Sulawesi Barat.

Dengar-dengar, bakat tarimu sudah sering dipamerkan di ajang nasional internasional? Yang mana paling kamu suka dan dimana tuh?

Waktu itu di ajang Hari Tari Sedunia di Makassar, yang setiap tahun diadakan di Kota Makassar. Hari Tari sedunia semakin diapresiasi di Indonesia, yang virusnya menjalar ke seluruh penjuru Nusantara, termasuk Kota Makassar. Waktu itu bahkan mungkin hingga saat ini HMPS Seni Tari FSD Universitas Negeri Makassar (UNM) merupakan salah satu universitas negeri yang mengembangkan seni tari dengan membuka Jurusan Tari (Fakultas Seni) untuk mahasiswa yang ingin mengasah kreativitas serta bakatnya dalam menari..  Dan Senangnya lagi, antusiasme warga makassar waktu itu tinggi banget terutama bule-bule yang hadir saat ajang tersebut.

Sekadar diketahui, Hari Tari sedunia ditetapkan sebagai bentuk penghormatan kepada seorang pencipta tari balet modern berkebangsaan Perancis, Jean Georges Noverre. Lembaga tari internasional, CDI-Counseio International de La Danse, kemudian mencanangkan Hari Tari sedunia pertama kali pada 1982, bertujuan mengajak seluruh warga dunia ikut berpartisipasi menampilkan khazanah tarian negara mereka masing-masing.

Bisa tampil disana gimana ceritanya?

Kalau yang acara Hari Tari Sedunia memang rutin diadakan setiap tahun dan merupakan acara tari yang menampilkan beragam tarian lokal, nasional dan dari berbagai negara di dunia. Nah, atas dukungan pimpinan UNM dan pimpinan Fakultas Seni dan Desain, saya dan teman-teman bisa berpartisipasi disana dengan menampilkan beragam tarian khususnya khas Sulsel. Selain tarian yang sudah dikenal masyarakat, kami juga menampilkan tarian yang tidak biasa disaksikan, antara lain Tarian Pepe (Tarian Api) dan Pakkarena Tiga Zaman yang saat itu diakui di berbagai media, sebagai salah satu penampilan terbaik dan spektakuler karena membawakan tarian secara nonstop.

Ada pengalaman seru apa nih, waktu tampil di Hari Tari Seduni?

Ya itu tadi, Dalam rangkaian peringatan Hari Tari Sedunia atau World Dance Day kemarin, saya dan teman-teman di sanggar dari Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar diharuskan tampil secara nonstop selama 12 jam. Bayangkan bagaimana capeknya kan! Namun, itu semua terbayar dengan banyaknya pujian yang kami terima dari penonton saat itu.

Kamu pengen tampil dimana kalau ada kesempatan Menari diluar negeri, misalnya?

Pengen banget tampil di jepang. Budaya tradisional di Jepang tinggi. Nah, aku mau show up ke mereka, kalau Indonesia juga punya budaya tradisional yang beraneka ragam. Siapa tahu bisa saling bertukar seniman buat mempelajarin budaya yang berbeda. Kebetulan aku sendiri memang tertarik pengen belajar budaya jepang dan ngajarin orang jepang tentang budaya kita.

Nilawati-penari-tradisional

Dengar-dengar, kamu jadi pelatih tari juga ya?

Iya, kita ngajar di sekolah-sekolah dan kadang ada privat, SD-SMP gitu. Berbagai tarian bisa saya ajarkan, nggak cuma tradisional saja. Soalnya, aku sama teman-teman grup tari yang lain, juga sering berlatih berbagai tarian sendiri di luar sanggar.

Wih, enak jadi penari atau guru nih? 

Jelas lebih enak jadi penari, pentas bisa kemana-mana, tampil cantik, dapat honor jasa menari, hehehe dan kalau tarian yang diminta itu sudah dikuasai, nggak perlu latihan lama. Tapi jadi pelatih juga enak, kok. Lebih menantang!

Setelah mencoba beberapa model tari dari tradisional – modern, enak yang mana?

Modern! Jadi cheerleader di kampus dan tari tradisional menurutku enak semua, karena ada ciri dan tekniknya masing-masing yang seru jika dipelajari. Tapi kalau buat pentas, aku lebih merasa bangga kalau pentas tari tradisional.

Apa, sih, tantangan menjadi seorang penari tradisional di zaman sekarang ini?

Banyak orang bilang, kecintaan masyarakat Indonesia, khususnya di Makassar terhadap tari tradisional mulai pudar. Tetapi menurutku, bukan itu tantangan terbesar bagi dunia tari tradisional sekarang ini.

Menurutku, yang paling bikin capek adalah konsisten berkarya dan mendapat perhatian dari pemerintah untuk melestarikan tari tradisional. Sulit banget, lho, mencoba berpartisipasi mewakili Makassar saja apalagi Indonesia ke ajang tari nasional atau internasional. Persaingan antar sanggar untuk dipilih sama pemerintah itu berat banget. Untuk bisa mewakili Makassar, misalnya, untuk tampil di luar kota, kita harus menunjukan profesionalisme yang nggak tanggung-tanggung.

Aku, sih, berharap pemerintah mau memberikan kesempatan yang adil bagi setiap sanggar tari tradisional di Makassar untuk dibawa tampil ke luar negeri. Jadi pembawa misi budaya bukan sanggar tari yang itu-itu melulu.

Nilawati-penari-tradisional

Pertama kali tertarik sama tari karena apa atau siapa?

Sebenarnya, terjun di dunia tari ini hanya kecelakaan. Awalnya ingin kuliah tapi ndak tau pengen ambil jurusan apa. Nah waktu itu, karena tidak ada rencana dan yang bisa di daftar juga hanya jurusan seni di Universitas Negeri Makassar, kemudian lulus di seni tari, ya udah.

Cerita serunya, saat awal tau kalau lulus di jurusan tari rasanya pengen langsung mundur soalnya saya sendiri belum pernah menari, ndak pernah mau tau soal tari-menari juga, dan parahnya saya belum pernah liat pementasan tari itu sendiri, malas.

Dulu aku sering kesulitan untuk mengikuti gerakannya tapi lama kelamaan aku bisa ngikutin. Dan untuk meningkatkan kemampuan tari, saya makin giat latihan setiap hari. Dan saat semester 4 kemarin, saya malah terpilih jadi ketua umum HMPS SENI TARI. Ya sudah nikmati deh sampai sekarang. Dan rasanya sudah betah..

Menurutmu anak muda sekarang melihat tari tradisional gimana sih?

Kalau jaman aku sekolah dulu, anak-anak seusiaku kurang tertarik sama tarian tradisional. Mereka bilang kuno, membosankan, dan nggak gaul. Tapi beberapa tahun terahkir ini, anak muda yang aku lihat disekitarku, sudah mulai sadar akan kebudayaan salah satunya tari tradisional. Mereka sudah terlihat interest sama tari tradisonal. Tapi ya, karena sekarang tarian tradisional kreasi sudah berkembang, jadi nggak membosankan malah makin indah.

Tapi masih ada satu hal yang bikin mereka nggak minat belajar tari tradisional. Mereka masih menganggap tari tradisional itu rumit. Apalagi sejak demam Kpop melanda, mereka lebih milih belajar cover dance daripada tari tradisional. Takutnya, semakin berkurang penerusnya, terus ketutup juga sama budaya luar.

Cara kamu apa biar mereka mau dan tertarik belajar tari tradisional?

Pastinya dibikin senang dulu sebelum mulai belajar. Pertama, pemanasan dulu dengan olah tubuh. Nah, lagunya bisa lagu barat atau pop, jadi biar bisa naikin adrenalin darah muda mereka. Baru setelah itu, mulai belajar tari tradisional tahap demi tahap. Biar nggak bosan, diselingin games juga.

Nah, pas lagi latihan, usahakan perbandingan latihan dengan hitungan dan latihan dengan musik 1:2. jadi lebih banyak diputar musik tariannya, biar mereka terbiasa dan peka dengan musik. Kalau sudah peka, pasti lebih cepat menangkap materi dan lebih cepat menguasai harmonisasi gerak dengan irama.

Nah, kalau soal suka gak suka, kebanyakan anak muda kurang pengetahuan tentang tarian tradisional Indonesia. Yang mereka tahu cuma tarinya kuno, lagunya membosankan bikin ngantuk, kostumnya serem. Padahal nggak semua tarian kayak gitu, apalagi kalau mereka mau lebih mengenal tarian tradisional Indonesia. Jadi sebanyak-banyaknya saya sebagai pencinta tari harus kasih pengetahuan kepada teman-teman sebayaku tentang beragamnya tarian tradisional di Indonesia

Rencana kedepan apa nih?

Nggak berhenti berlatih tari sampai bisa pentas keliling Indonesia, mengenalkan tarian tradisional Indonesia, khususnya Sulsel ke kota-kota lain di Indonesia. Terus pengen bisa punya sanggar tari juga, jadi pengamat tari juga, pembicara di forum-forum resmi yang membahas mengenai budaya tari itu sendiri.

Siapa penari atau guru tari idola Nila? Kenapa?

Sardono W. Kusumo. Beliau adalah seorang koreografer kontemporer yang pengetahuan tarinya luas banget. Beliau juga guru besar IKJ.

Satu lagi, F.X. Widaryanto, seorang kritikus dan peneliti tari. Beliau percaya bahwa tari haruslah punya energi yang bisa bertutur dan bikin semua indra kita terpasung sama tarian itu.

Nah, sekarang kasih tahu ke teman-teman SUKSES INDONESIA seberapa penting tarian tradisional buat anak muda sekarangi!

Tari tradisional penting banget buat kita-kita anak muda sebagai generasi penerus. Karena tari tradisional merupakan warisan bangsa Indonesia, yang benar-benar harus dilestarikan. Nggak kalah pentingnya juga sama kebudayaan-kebudayaan Indonesia lainnya, kayak batik, musik, dll. Bahkan tari tradisional merupakan kebudayaan yang benar-benar indah.

Nggak cuma buat dilihat saja, keselarasan untuk dilihat, didengar, dirasakan bahkan dilakukan itu benar-benar indah. Pokoknya tari tradisional nggak boleh punah. dan harus di teruskan turun temurun ke anak cucu kita nanti. dengan itu kita sebagai anak muda dapat menunjukkan rasa cinta pada tanah air kita sendiri.

Jadi buat generasi muda, mempelajari budaya Kpop itu boleh, namun jangan sampai lupa dengan budaya kita sendiri. karena segala yang kita miliki sendiri itu akan jauh lebih indah jika kita punya rasa bangga untuk memilikinya.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait