MENGENAL LEBIH DEKAT PASUKAN TERBAIK NOMOR TIGA DI DUNIA
Tanggal Posting : Minggu, 11 Oktober 2015 | 13:35
Oleh : Admin Sukses - Dibaca : 1802 Kali
MENGENAL LEBIH DEKAT PASUKAN TERBAIK NOMOR TIGA DI DUNIA
INDONESIA SPECIAL FORCES "KOPASSUS"

SUKSESINDONESIA.COM - Komando Pasukan Khusus TNI AD atau Kopassus dikenal sebagai salah satu pasukan khusus terbaik di dunia. Diantara negara-negara tetangga dekat seperti Malaysia, Singapura, Thailand atau negara-negara di kawasan Asia Tenggara ASEAN, TNI sangat disegani. Olah krida keprajuritan menjadi rujukan negara-negara di dunia bahkan sekelas AS dan Inggris yang sudah mendunia saja sangat segan terhadap TNI, khususnya terhadap Kopassus, yang melegenda dan sangat disegani dan dihormati oleh Negara-negara didunia.

Kopassus Pasukan Rangking Elite Dunia

Nama Kopasus sangat melegenda, sebuah nama dari pasukan khusus milik TNI yang termasuk pasukan elite nomor 3 terbaik didunia. Mendengar nama Kopassus, prestasi dalam kemiliteran sangat spektakuler, antara lain keberhasilan Komando Pasukan Khusus dalam operasi penyelamatan sandera pesawat Garuda DC 9 Woyla di Thayland. Dalam dunia kemiliteran ada tiga nama besar dunia yang sangat ditakuti dan disegani lawan maupun kawan, yaitu Kopassus dari Indonesia, bersama Special Air Service (SAS) Inggris dan pasukan elite Israel.

Keberhasilan demi keberhasilan Kopassus dalam menjalankan tugas negara tidak lepas dari keunggulan skill masing-masing personel Kopassus. Kopassus adalah komando pasukan khusus (KOPASSUS) yang memiliki skil militer diatas rata-rata dengan prajurit negara lain seperti Rusia,Amerika,Prancis,dll, Kopassus memiliki kemampuan menembak jitu (sniper), beladiri indonesia, bertahan hidup, kemampuan tehnologi, dan skil lainya.

Tidak bisa sembarangan untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando kebanggaan korps tersebut. Para prajurit harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia.

Tahapan pertama yang harus dilalui adalah Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan Khusus, Batujajar, Bandung. Di sini para calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.

Latihan Tempur ala Kopassus Indonesia

Selesai latihan basis, dilanjutkan dengan Tahap Hutan Gunung yang diadakan di Citatah, Bandung. Di sini para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan.

Dalam Pelatihan Survival para calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Para Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.

Latihan Tempur Kopassus Indonesia

Tahap latihan hutan gunung diakhiri dengan long march dari Situ Lembang ke Cilacap dengan membawa amunisi, tambang peluncur, senjata dan perlengkapan perorangan.

Mengintip Neraka di Cilacap

Latihan terberat sudah menanti saat sampai di Cilacap. ini adalah latihan tahap ketiga yang disebut latihan Tahap Rawa Laut, calon prajurit komando berinfliltrasi melalui rawa laut.

Neraka di Cilacap

Di sini materi Latihan meliputi navigasi Laut, Survival laut, Pelolosan, Renang ponco dan pendaratan menggunakan perahu karet. Para calon prajurit komando harus mampu berenang melintasi selat dari Cilacap ke Nusakambangan.

“Latihan di Nusakambangan merupakan latihan tahap akhir, oleh karena itu ada yang menyebutnya sebagai hell week atau minggu neraka. Yang paling berat, materi latihan ‘pelolosan’ dan ‘kamp tawanan’,” kata Mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal (Purn) Pramono Eddie Wibowo.

Dalam latihan itu para calon prajurit komando dilepas pagi hari tanpa bekal, dan paling lambat pukul 10 malam sudah harus sampai di suatu titik tertentu. selama “pelolosan” si calon harus menghindari segala macam rintangan alam maupun tembakan dari musuh yang mengejar.

Dalam pelolosan itu, kalau siswa sampai tertangkap maka itu berarti neraka baginya karena dia akan diinterogasi layaknya dalam perang. Para pelatih yang berperan sebagai musuh akan menyiksa prajurit malang itu untuk mendapatkan informasi.

Dalam kondisi seperti itu, si prajurit harus mampu mengatasi penderitaan, tidak boleh membocorkan informasi yang dimilikinya. Untuk siswa yang tidak tertangkap bukan berarti mereka lolos dari neraka. Pada akhirnya, mereka pun harus kembali ke kamp untuk menjalani siksaan.

Rangkaian Latihan Pembaretan Kopassus

Selama tiga hari siswa menjalani latihan di kamp tawanan. dalam kamp tawanan ini semua siswa akan menjalani siksaan fisik yang nyaris mendekati daya tahan manusia.

“Dalam Konvensi Jenewa, tawanan perang dilarang disiksa, namun para calon prajurit Komando itu dilatih untuk menghadapi hal terburuk di medan operasi. Sehingga bila suatu saat seorang prajurit komando di perlakukan tidak manusiawi oleh musuh yang melanggar konvensi Jenewa, mereka sudah siap menghadapinya,” kata Pramono Edhie.

Beratnya persyaratan untuk menjadi prajurit kopassus dapat dilihat dari standar calon untuk bisa mengikuti pelatihan. nilai standar fisik untuk prajurit nonkomando adalah 61, namun harus mengikuti tes prajurit komando, nilainya minimal harus 70. Begitu juga kemampuan menembak dan berenang nonstop sejauh 2000 meter.

“Hanya mereka yang memiliki mental baja yang mampu melalui pelatihan komando. Peserta yang gagal akan dikembalikan ke kesatuan Awal untuk kembali bertugas sebagai Prajurit biasa,” tutup mantan Danjen Kopassus ini.

Kopassus, Be Inspired ! Sukses Indonesia




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait