MAINANKU SAAT SD DULU RIWAYATMU KINI
Tanggal Posting : Sabtu, 10 Oktober 2015 | 13:25
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 1027 Kali
MAINANKU SAAT SD DULU RIWAYATMU KINI
Pada era modern, olahraga permainan tradisional sudah mulai lenyap

SUKSESINDONESIA.COM - Anda yang berusia 30 tahun atau lebih, mungkin akan tertawa kecil saat mengenang olahraga tradisional yang pernah anda mainkan pada masa anak-anak. Apalagi, olahraga kegemaran anda pada masa itu, kini sudah hampir punah.

Setiap daerah mengenal olahraga permainan tradisional dengan namanya masing-masing. Dulu sering dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi hari-hari mereka. Namun, sekarang mulai ditinggalkan terutama di kota-kota besar. Banyak hal yang menyebabkan olahraga permainan tradisional mulai ditinggalkan.

Seiring majunya teknologi, olahraga tradisional memang semakin terasing. Padahal, di masyarakat, olahraga tradisional lebih dikenal dengan permainan yang relatif murah, tapi memberikan manfaat luar biasa jika bisa menelusuri makna dari permainan itu secara mendalam. Namun, sekarang ini keberadaannya mulai tergeser oleh permainan yang lebih modern. Dunia anak yang penuh dengan imaginasi ditransformasikan pada permainan modern. 

Karenanya, tak salah jika kita coba memanggil kembali kenangan akan keceriaan kala memainkan olahraga tradisional. Namun, terlebih dulu kita batasi mana yang sebatas permainan, dan yang termasuk kategori olahraga. Berdasarkan Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), olahraga bermakna: gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh.

Dengan demikian, hanya permainan tradisional melibatkan gerak tubuh aktif serta memiliki efek menyehatkan yang kita masukkan ke dalam kategori olahraga tradisional di Indonesia. Berikut beberapa jenis olahraga permainan tradisional di Indonesia versi suksesindonesia.com

1. BALAP KARUNG

Balap Karung Sukses Indonesia

Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer diselenggarakan hingga saat ini di setiap peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan sebagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlari atau melompat sampai ke garis akhir.

Peserta biasanya dua orang atau lebih. Peserta yang terjatuh sebelum menyentuh garis finis boleh bangun lagi dan melanjutkan pertandingan. 

2. BENTENG

Main Benteng Sukses Indonesia

Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ’benteng’. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ’benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. 

Kemenangan juga bisa diraih dengan ’menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya.

Dalam permainan ini, biasanya masing-masing anggota mempunyai tugas seperti penyerang, mata-mata, pengganggu, dan penjaga ’benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang andal.

3. EGRANG (Longga’ dalam bahasa Palopo)

main-engrang-tradisional-anak-indonesia

Egrang atau jangkungan, atau longga’ adalah galah atau tongkat yang digunakan untuk bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang dilengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali untuk diikatkan ke kaki, agar bisa berjalan selama naik di atas ketinggian normal. 

Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan. Ketangkasan serta keseimbangan menjadi kunci untuk bisa memainkan egrang, bahkan untuk bisa berlari cepat dengan egrang pada perlombaan.

4. KELERENG

Kelereng

Jika biliar bisa disebut olahraga, tentunya juga permainan kelereng. Kelereng dengan berbagai sinonim gundu, keneker, kelici, guli, adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer, atau kaca, untuk permainan anak-anak. Bentuk permainan yang biasa dimainkan adalah main porces. Cara permainannya dengan menggambar segitiga sama kaki ditanah kemudian masing-masing pemain meletakkan sebuah kelerengnya di atas gambaran segitiga. Buah pasangan namanya, buah kelereng yang dipertaruhkan. 

Permainan dimulai dengan cara masing-masing pemain menggunakan sebuah kelereng sebagai gacoannya lalu melempar buah pasangan tersebut dari jarak dua atau tiga meter. Pemain secara bergantian melempar berdasarkan hasil undian dengan adu suit jari tangan. Pelemparan gaco dilakukan dengan membidik dan melempar keras demi mengenai buah pasangan. Selanjutnya yang mengawali permainan adalah siapa yang berhasil mengenai buah pasangan, dialah mendapat giliran pertama. 

Kalau tidak ada yang mengenai buah pasangan, yang mulai bermain adalah gacoannya yang terjauh. Pemain harus berusaha menghabiskan buah pasangan di porces pada saat giliran bermain. Ada yang sekali giliran main sudah mampu menghabiskan semua buah pasangan. Berbagai taktik untuk menang dilakukan, antara lain kalau tidak mau memburu gacoan lawan, bisa menembakkan gacoan ke tempat yang kosong agar tidak dapat dimatikan oleh lawan-lawan main. Pemain yang mampu menghabiskan buah pasangan terakhir dilanjutkan berburu menembak gacoan lawan. Pemain yang gacoannya kena tembak dianggap mati, selesailah permainannya pada game tersebut.

6. GATRIK, CUKKE’ DALAM BAHASA PALOPO

main-gatrik-tradisional-anak-indonesia

Gatrik atau Tak Kadal, atau cukke pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Merupakan permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Sekilas, permainan ini mirip olahraga golf.

Pertama potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya tidak mengena/luput/meleset dari bambu kecil tersebut.

Setelah gagal, maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai, kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, tentunya kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

7. LOMPAT KARET

lompat-karet-mainan-tradisional-anak-indonesia

Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena lompat karet bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengn nama yang berbeda-beda. permainan lompat karet ini biasanya identik dengan kaum perempuan. tapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Permainan lompat karet tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu. 

Jika pemain dapat melompati tali-karet tersebut, dia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Namun, apabila gagal sewaktu melompat, pemain tersebut harus menggantikan posisi pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.

Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu: (1) tali berada pada batas lutut pemegang tali; (2) tali berada sebatas (di) pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, dia akan menggantikan posisi pemegang tali; (3) posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat); (4) posisi tali sebatas telinga; (5) posisi tali sebatas kepala; (6) posisi tali satu jengkal dari kepala; (7) posisi tali dua jengkal dari kepala; dan (8) posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali.

8. ENGKLEK atau SUN’JU

ENGKLEK

Permainan engklek atau sun’ju merupakan permainan tradisional lompat–lompatan pada bidang–bidang datar yang digambar berbentuk kotak di atas tanah, kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu kekotak berikutnya.

Permainan engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak dan dilakukan di halaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus mengambar kotak-kotak di pelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi empat dempet vertikal kemudian di sebelah kanan dan kiri diberi lagi sebuah segi empat.

9. GALASIN atau AMPANG’ DALAM BAHASA PALOPO

galasin

Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor atau ampang’ adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3–5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. 

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. 

Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horizontal, mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), dia mempunyai akses untuk keseluruhan garis vertikal di tengah lapangan. 

10. MAIN BOI

main-ucing-boi-tradisional-anak-indonesia

Kasti atau gebokan atau boy merupakan sejenis olahraga bola seperti halnya olahraga softball atau baseball. Permainan yang dilakukan dua kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun.

Siapa pun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. 

Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu.

Mari lestarikan Permainan Tradisional Indonesia. Sukses Indonesia !




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait