Liburan Ke Papua Tak Lengkap Jika Tak Mencicipi Kuliner Khasnya, Ulat Sagu dan Cacing Tambelo
Tanggal Posting : Minggu, 26 Februari 2017 | 14:42
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 372 Kali
Liburan Ke Papua Tak Lengkap Jika Tak Mencicipi Kuliner Khasnya, Ulat Sagu dan Cacing Tambelo

SUKSESINDONESIA - Indonesia timur memang menyimpan banyak pesona. Tak hanya alamnya, kulinernya pun juga banyak unik dan cukup ekstrem. Seperti ulat sagu dan cacing tambelo dari Papua.

Jika anda sedang liburan ke Papua rasanya kurang lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya. Kehidupan masyarakat di Papua yang memang masih banyak bersentuhan dengan alam, membuat kuliner khasnya pun banyak tersaji dari alam, mulai dari ulat sagu sampai cacing tambelo, Hmm!

Seperti apa bentuk dan rasanya?

1. Kuliner Ulat Sagu

wisata-kuliner-ulat-sagu-di-papua

Ulat sagu merupakan camilan khas warga Papua dan Maluku. Ulat sagu bisa didapatkan dari pohon-pohon sagu di alam hutan rimba Papua dan Maluku. Warnanya yang putih dengan ukuran sebesar jempol orang dewasa, kelihatannya sedikit geli, namun, ulat ini bisa dikata punya rasa yang cukup enak!

Salah satu yang suka menikmati ulat sagu adalah Suku Kamoro di pedalaman Timika, Papua. Ulat sagu banyak disajikan dalam perjamuan ketika mereka menerima tamu. Wanita dewasa Suku Kamoro sering menyajikan kuliner ulat sagu ini, di satu nampan besar.

wisata-kuliner-ekstrem-ulat-sagu-di-papua

Ulat sagu memiliki besar seukuran jempol orang dewasa, dengan ujung badannya berwarna merah sebagai kepala. Konon, ulat ini diketahui mempunyai protein yang cukup tinggi. Uniknya, ada dua cara jika anda ingin memakan ulat sagu ini, yaitu bisa dimakan mentah-mentah atau dimakan setelah dimasak. Rasa yang dihasilkan pun berbeda. Akan tetapi, satu hal perlu diingat sebelum memakan ulat sagu. Kepalanya harus dibuang sebab keras.

Jika anda memakan ulat sagu mentah-mentah, ulat ini masih akan bergerak-gerak di tangan, walaupun anda telah membuang kepalanya. Terdapat cairan yang keluar dari badannya. Hmm, rasa penasaran untuk melahap ulat sagu makin menjadi-jadi.

Saat dikunyah, rasa kenyal, asam, dan tawar akan terasa. Namun, rasa asam lebih dominan dengan cairan di dalam tubuh ulat juga makin berasa. Satu gigitan tak cukup untuk menghancurkan ulat sagu di dalam mulut. Kunyahnya harus berkali-kali!

Sementara jika di Maluku, ulat sagu dimasak dengan varian rasa yang lebih nikmat. Ulat sagu ditambahkan bumbu dan rempah-rempah lain seperti masakan rica-rica. Ulat sagu di Maluku lebih kaya rasa daripada di Papua

2. Kuliner Cacing Tambelo

wisata-kuliner-ekstrem-cacing-tambelo-di-papua

Puas dengan ulat sagu, Cacing Tambelo yang merupakan kuliner khas Papua yang tak kalah ekstrem bisa dicoba. Bentuknya menyerupai cacing tapi kulitnya putih, bertaring, dengan tekstur lembek dan berlendir.

Cacing tambelo yang bernama latin Bactronophorus Thoracites, termasuk ke dalam class moluska. Cacing Tambelo tidak seperti kebanyakan cacing yang hidup di dalam tanah, melainkan di batang pohon yang sudah membusuk. Cacing Tambelo dapat bertumbuh panjang hingga 30 cm. Faktanya, ukuran badan Cacing Tambelo tergantung dari banyaknya populasi di satu tempat. Makin banyak Tambelo yang hidup di satu tempat maka ukuran tubuhnya akan makin pendek.

Cacing tambelo banyak dinikmati oleh Suku Kamoro di kawasan Timika, Kabupaten Mimika, serta suku-suku lainnya seperti Suku Agats yang menempati daerah pesisir di sepanjang kabupatennya. Bagi yang traveler belum tahu, Timika ada di bagian agak selatan dari Pulau Papua.

wisata-kuliner-khas-cacing-tambelo-di-papua

Cacing tambelo menjadi kuliner khas dari suku-suku tersebut. Mereka sering menyantapnya jika pas sedang berburu di dalam hutan rimba. Dan, mereka tak malu untuk menghidangkannya kepada turis yang datang.

Jika ingin dihidangkan bagi turis yang kebetulan datang, suku Kamoro akan membawa batang-batang pohon yang telah busuk dan lapuk terlebih dulu. Tak sekedar busuk, Cacing Tambelo hidup di dalam kayu yang busuk oleh air laut. 

Melihatnya saja, mungkin sudah bikin traveler sedikit mengerenyitkan dahi. Bisa jadi, rasa jijik akan anda rasakan apalagi cacing Tambelo keluar dari batang pohon yang sudah busuk dengan aroma yang tak sedap. Sekilas, cacing Tambelo lebih mirip tentakel cumi-cumi

Untuk mulai mengonsumsi Cacing Tambelo, pertama, anda musti bersihkan terlebih dahulu dengan air. Kemudian, ambillah bagian kepalanya yang memiliki taring. Copot kepalanya dan belahlah tubuhnya. Saat anda membelah bagian tubuh cacing Tambelo, jangan kaget, karena akan keluar cairan cokelat yang sebenarnya adalah lumpur. Jika sudah bersih, angkat cacing tambelo tinggi-tinggi. Masukkan cacing tambelo ke mulut pelan-pelan seperti mau menyeruputnya. Setelah itu, cobalah kunyah pelan-pelan di dalam mulut. Tekstur yang empuk dan rasa seperti cumi mentah. Nyam...

Bagaimana, tertantang untuk mencoba? Walaupun terlihat menyeramkan, cacing Tambelo bisa membuat anda ketagihan. Tapi tenang, jumlah cacing Tambelo dalam satu batang pohon bisa mencapai belasan kok.

Bagi Suku Kamoro, cacing Tambelo diyakini dapat membuat kejantanan pria bertambah. Traveler yang liburan ke Papua jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner khas ini ya!




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait