Industri Startup Digital, Profit or Revenue? Finding the Right Startup Focus
Tanggal Posting : Jumat, 24 Juni 2016 | 07:51
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 294 Kali
Industri Startup Digital, Profit or Revenue? Finding the Right Startup Focus
Co-founder Tiket.com Mikhael G Undarsa

SUKSESINDONESIA.COM - Membesarkan Tiket.com menjadi salah satu penyedia layanan travel online terbesar di Indonesia adalah satu buah kesuksesan Mikhael Gaery Undarsa, Co Founder dan Managing Director Global Tiket Network yang menaungi Tiket.com. Simak pandangannya terhadap kondisi terkini industri startup digital Indonesia, terutama di lini pariwisata, dan perkembangan selanjutnya Industri Startup di Indonesia.

Menurut Anda, apa yang membedakan Tiket.com dari saingannya dan kira-kira rencana Anda untuk membuat Tiket.com unggul dari mereka?

Selain profit, Tiket.com ingin membangun ekosistem yang memudahkan pelanggan untuk traveling bebas stress. Jadi di Tiket.com, kami punya semuanya: dari tiket pesawat, kereta api, sewa mobil, booking hotel. Di Tiket.com semua kebutuhan untuk berwisata ada di satu tempat.

Kami juga sadar kalau pelanggan itu raja, jadi kami buat loyalty program namanya TIX yang memberi pelanggan fasilitas lebih.

Apa rencana Anda selanjutnya di masa depan untuk Tiket.com?

Ke depannya kami akan fokus ke kualitas pengembangan produk agar lebih sejalan dengan kebutuhan pasar. Dengan berkembangnya tren di mobile apps, kami juga berencana untuk mengeksplorasi ke arah itu.

Sebagai e-commerce, keamanan dan kepercayaan pelanggan adalah aspek yang menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana Tiket.com mengatasi keragu-raguan tentang dua hal tersebut?

Soal kepercayaan dan keamanan, di titik ini, konsumer seharusnya sudah lebih percaya. Kita bekerja sama dengan Mastercard dan partner lain yang terpercaya. Dari segi kredibilitas perusahaan, proses auditing kami juga cukup intens dan kita diaudit oleh salah satu perusahaan audit terbesar di Indonesia, jadi bisa dilihat kalau kita serius menjalankan bisnis ini. 

Kami juga punya tim sendiri dan teknologi yang memproses penipuan dan masalah legalitas. Dari data yang kami temui, penipuan yang terjadi di Tiket.com jauh lebih rendah dari kasus yang terjadi di pasar.

Menurut Anda, bagaimana keberadaan Tiket.com dan jasa travel e-commerce lainnya dapat membantu perkembangan industri wisata Indonesia secara keseluruhan?

Dengan adanya solusi online seperti Tiket.com ini, kami menciptakan ekosistem traveling yang lebih beragam dan fleksibel. Konsumer yang tadinya kurang mendapat informasi tentang pilihan dan proses traveling di Indonesia sekarang punya lebih banyak pilihan.

Jika Anda bisa bicara dengan/membuat satu permintaan pada Menteri Pariwisata Arief Yahya, apa yang akan Anda minta?

Sederhana saja agar ranah online travel ini menjadi lahan yang adil untuk pemain lokal dan non lokal. Untuk pemain lokal, kita bayar pajak dan mengikuti regulasi, sementara yang non lokal, mereka tidak bayar pajak PPN atau biaya lain, padahal banyak transaksinya di Indonesia.

Startup digital adalah sektor yang sedang berkembang di Indonesia, termasuk ke layanan wisata. Ke mana Anda melihat arah pertumbuhannya selanjutnya?

Secara ekosistem, arahnya sudah baik. Di awal perkembangannya, banyak startup yang masih mendorong pertumbuhan dan mengukurnya dengan profit. Tren di tahun 2016 yang bisa kita bisa lihat adalah perusahaan yang terlalu fokus ke pendapatan dan tidak terlalu memperhatikan model bisnis akan mengalami kesusahan. Untuk bisa sukses, startup digital harus memikirkan business model yang tepat untuk membangun bisnis yang tahan lama.

Menurut Anda, selain business acumen dan kemampuan coding, apa ada keahlian dasar lain yang dibutuhkan untuk membangun startup digital yang sukses?

Kemampuan melihat pasar dan ketekunan melakukan riset untuk memastikan adanya keberadaan pasar untuk produkmu.

Menurut Anda, apa yang dibutuhkan untuk bertahan dan sukses di industri e-commerce, mungkin khususnya di bidang travel?

Orang yang berani bekerja di luar zona nyamannya. Di industri lain mungkin spesialisasi terhadap satu keahlian itu cukup untuk dijadikan fokus sepanjang karier. Tapi untuk dunia startup digital, kamu harus bisa mengembangkan diri, harus berani mengambil risiko, dan terus berinovasi. Jangan cukup puas karena ahli di satu sektor saja.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait