Hafida RB; Pilkada Luwu Antara Kepemimpinan Transaksional Atau Transformatif
Tanggal Posting : Kamis, 5 Oktober 2017 | 20:49
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 528 Kali
Hafida RB; Pilkada Luwu Antara Kepemimpinan Transaksional Atau Transformatif

SUKSESINDONESIA - Apa yang masyarakat Luwu butuhkan saat ini? Pemimpin baru atau kepemimpinan baru? New leaders atau new leadership? Bisa jadi dua-duanya. Tapi, yang pasti, Luwu butuhkan ialah kepemimpinan baru. Menurut saya, masyarakat Luwu butuh new leadership. 

Kepemimpinan baru seperti apa yang diharapkan? Kepemimpinan baru yang mampu memberi teladan, yang mampu menggalang tekad rakyat, dan mampu memahami serta mengikuti aspirasi masyarakat Luwu. Dan ini merupakan jenis kepemimpinan yang berbeda dari jenis kepemimpinan yang sudah-sudah, yaitu kepemimpinan yang mementingkan kepentingan kelompok pemimpin dan menggunakan simpati masyarakat sebagai landasan untuk menopang kepentingan pemimpin.

Pemimpin Itu Pendidik

Jenis kepemimpinan baru untuk Luwu bisa dijabarkan, pertama agar para pemimpin selalu bisa memberi teladan bila sedang ada di depan. Selalu bisa membina tekad bersama jika sedang ada di tengah-tengah masyarakat, dan mampu mengikuti sambil mengarahkan jika sedang ada di belakang. Dalam pandangan saya, Pilkada Luwu nantinya harus mampu menghadirkan fungsi pemimpin sama dengan fungsi pendidik yaitu harus melaksanakan tugas membimbing dan memberdayakan masyarakat.

Artinya apa? Di masa yang akan datang, kepemimpinan di Luwu bisa melahirkan transformasi atau perubahan yang mendasar dalam masyarakat kita (transforming leadership). Kiranya, inilah yang masyarakat Luwu dambakan bersama bahwa pada suatu saat, pada masa depan, masyarakat kita menjadi lebih sejahtera, pemimpin menjadi lebih jujur, lebih bersih dari korupsi, tanpa beban masa lalu, dan birokrasi menjadi lebih cakap.

Bilamana hal-hal ini benar-benar terpenuhi, berarti dalam masyarakat Luwu sudah terjadi perubahan yang bersifat mendasar. Perubahan yang hanya akan terjadi jika Pilkada Luwu tahun depan, masyarakat lebih cerdas dalam memilih pemimpin yang tidak terkarangkeng kepentingan politik kelompok tertentu melainkan murni ingin berbuat untuk Luwu.

Dalam pandangan saya, sebenarnya jika masyarakat Luwu melirik kembali bagaimana kondisi saat ini, Luwu tidak membutuhkan pemimpin seperti Erdogan yang berhasil membangkitkan ekonomi negaranya dari keterpurukan, tidak juga seperti presiden Amerika yang menjadikan negaranya sebagai Negara adidaya, tapi Luwu membutuhkan pemimpin yang benar-benar mengerti jati diri Luwu, seorang pemimpin yang memahami masyarakat Luwu itu sendiri, sosok pemimpin yang mampu mengembalikan tana Luwu sebagai Luwu yang sesungguhnya.

Luwu yang jauh dari kata "miskin", Luwu yang mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri, Luwu yang mampu memberdayakan petani, nelayan, pelaku UMKM, pelajar, dll sehingga tidak dipandang rendah oleh daerah lain. Pemimpin yang dalam darahnya mengalir cita-cita untuk mewujudkan Luwu sejahtera, Luwu yang mampu bersanding bahkan lebih dari kabupaten/kota yang sudah maju lebih dulu. Pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan oleh Luwu untuk Luwu Wanua Mappatuwo Na Ewai Alena.

Dari mana para pemimpin jenis baru ini diharapkan datang? Transisi dari kepemimpinan transaksional ke kepemimpinan transformasional tidak akan datang dengan sendirinya. Dibutuhkan usaha dan kesadaran dari masyarakat Luwu sendiri yang secara bersama dan secara sadar menolak kepemimpinan yang hanya akan membawa Luwu jalan di tempat atau malah lebih buruk lagi.

Jika masyarakat Luwu ini benar-benar menginginkan kedatangan kepemimpinan serta pemimpin jenis baru pada masa datang, mulai dari sekarang pelajari track record calon yang akan dipilih. Apakah bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat atau tidak? Jangan sampai masyarakat Luwu nantinya memilih karena uang, ataupun sentimen. Jika tidak dilakukan sedari sekarang, pilkada Luwu tahun depan tidak akan menghasilkan apa pun. Yang akan dihasilkan hanyalah pemimpin dari jenis lama.

Menyuarakan kepemimpinan baru ini harus bisa didengar seluruh masyarakat Luwu, terutama calon pemilih. Luwu membutuhkan kepemimpinan yang mampu mendatangkan berbagai perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat. Dan katakan TIDAK untuk "model" kepemimpinan lama yang hanya mengandalkan uang, kekuasaan, maupun popularitas untuk mendulang suara, bukan atas dasar modal sosial.

Hafida Rauf Basyuri
Anggota DPRD Kab.Luwu 2004-2009
Anggota DPRD Kab.Luwu 2009-2014




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait