BUKTI BAHWA DOKTER ANDA TIDAK SEBAGUS YANG ANDA KIRA
Tanggal Posting : Kamis, 1 Oktober 2015 | 19:38
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 458 Kali
BUKTI BAHWA DOKTER ANDA TIDAK SEBAGUS YANG ANDA KIRA
Ilustrasi Konsultasi Dokter

suksesindonesia.com -- Dokter sering kali disebut sebagai profesi yang dianggap serba tahu soal kesehatan. Sehingga orang terlalu memandang tinggi profesi ini. Padahal tidak selalu demikian.  

Mengutip Independent, sejumlah dokter dari beberapa negara memberikan pandangan tentang apa yang harus diwaspadai saat Anda menemui dokter Anda. Bisa jadi si dokter tidak sebagus yang Anda kira. 

Melalui sebuah link di Doctors of Reddit, lebih dari 3.000 komentar didapat dari mereka yang mengaku berprofesi sebagai dokter. Dan meski pengakuan ini tak bisa diverifikasi keautentikannya, beberapa jawaban atas pertanyaan sangat menarik dan layak dibaca. 

Di antara mereka yang menjawab ada seorang dokter yang ironisnya kakak iparnya salah didiagnosis hingga harus menjalani pembedahan jantung. 

Ada pula tenaga medis yang mengatakan ahli bedah saraf telah salah menemukan lokasi tumor di tulang belakangnya. Berikut beberapa tanda kemungkinan dokter Anda tak sebagus yang Anda duga yang dihimpun dari jawaban para dokter tersebut. 

1. Hati-hati pada dokter yang tak pernah mengatakan ‘Saya tidak tahu’ 

Hal yang paling sering disebutkan dalam peringatan yang diberikan para dokter itu adalah, anjuran agar pasien waspada terhadap dokter yang justru tidak pernah mengatakan ‘saya tidak tahu’. 

Terlepas dari fakta bahwa informasi saat ini lebih mudah dicari, dokter yang tak pernah mengatakan hal tersebut, sebenarnya  malah membuat sang dokter tidak kompeten. Karena efeknya justru bisa sebaliknya. Dokter yang selalu memberi jawaban atas masalah Anda bisa jadi adalah dokter yang tidak berhati-hati pada masalah Anda. 

Atau bahkan tidak melakukan pemeriksaan mendalam. Jika mereka selalu tahu jawaban masalah atau bersikap defensif saat Anda mengajukan pertanyaan,  bisa jadi sesungguhnya mereka menyembunyikan ketidakkompetenan si dokter. 

2. Menyarankan tes yang rumit untuk masalah sederhana. 

Meski terlihat modern, pemeriksaan dengan USG, MRI, CT Scan dan lainnya, mungkin tidak selalu dibutuhkan dalam beberapa kasus. Belum lagi tak semua asuransi meng-cover tagihan pemeriksaan ini. Sebagai pasien Anda berhak untuk mempertanyakan pentingnya pemeriksaan-pemeriksaan yang rumit yang mungkin akan menguras biaya. 

Meski mungkin pemeriksaan itu memang ada alasannya, Anda harus merasa berdaya untuk bertanya dan mencari tahu hingga memahami mengapa prosedur itu harus dilakukan.

3. Terlalu cepat membuat keputusan dan diagnosis 

Seorang dokter di Brazil mengatakan, “Biasanya dokter ketiga adalah dokter yang terbaik”. Apa maksudnya?

“Masalah sebenarnya adalah ketika Anda datang ke dokter yang sama dengan masalah yang sama lebih dari satu kali dan mereka para dokter itu kukuh pada diagnosis awal mereka. Bukannya melakukan penyelidikan atas penyakit yang tidak merespon pengobatan seperti yang diharapkan.” 

Intinya sebagai pasien jangan takut untuk mencari pendapat kedua atau bahkan ketiga untuk penyakit yang tidak sembuh-sembuh. 

4. Jika mereka menanyakan pertanyaan-pertanyaan penting, namun tidak memperhatikan jawaban pasien. 

Tak sedikit dokter yang memperlihatkan kemalasan bahkan saat menuliskan resepnya. Mereka juga terlihat malas-malasan mendengar keluhan Anda, bahkan meski mereka mengajutkan pertanyaan yang bagus sekalipun. 

Padahal pasien punya hak untuk mengetahui apa yang salah pada tubuhnya. Jika pasien ditanya tentang kondisinya apa yang dirasakannya, diresepkan sesuatu, diminta melakukan suatu prosedur medis, pasien seharusnya mengetahui dasar dari tindakan dokter itu. 

Jika Anda ke dokter tapi tidak juga tahu apa masalah Anda, apa yang diresepkan untuk Anda, disarankan untuk mencari dokter yang lain yang mau meluangkan waktu untuk menjelaskan pada Anda. Akan lebih baik seorang dokter yang memberi penjelasan sedikit tentang kondisi Anda dari pada mereka yang sekadar mengatakan “kembalilah jika Anda tidak merasa lebih baik.”  

5. Mereka sedikit bersikap pemberontak. 

Jika dokter Anda sangat terisolasi dari komunitas medis apalagi mengaku dikucilkan karena metode mereka dan mengatakan mereka adalah ‘pemberontak’ dengan penanganan penyakit yang unik, waspadai. 

Menurut dokter yang berbagi pengalaman ini, pernyataan itu adalah lampu merah. Sangat besar kemungkinan dokter yang dikucilkan komunitas adaah karena mereka tidak bekerja berdasarkan dasar penelitian dan sangat berpotensi membahayakan pasien.

Mari Tingkatkan kualitas Dokter-Dokter di Indonesia. Be Inspired, Sukses Indonesia !




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait