Atraksi Musik Lesung atau Issong Terancam Hilang di Toraja
Tanggal Posting : Selasa, 31 Januari 2017 | 12:10
Oleh : Hendra Abdi - Dibaca : 266 Kali
Atraksi Musik Lesung atau Issong Terancam Hilang di Toraja

SUKSESINDONESIA - Musik tradisional kerap jadi atraksi menarik di berbagai daerah di Indonesia. Namun, sayangnya di Tana Toraja atraksi musik tradisional ini hampir punah, seperti Musik Lesung.

Sebenarnya, tidak cuman punya Tongkonan yang cantik, Toraja juga mempunyai atraksi musik lesung yang sangat menarik.

destinasi-wisata-musik-lesung-di-toraja

Musik lesung atau lebih dikenal dengan Issong merupakan atraksi musik dari perempuan-perempuan Toraja saat menumbuk padi. Atraksi issong dimainkan di atas lesung yang kurang lebih panjangnya sekitar 2m. Para pemain diharuskan berdiri bersilangan sambil memegang tumbukan lesung.

Tidak sekadar dipukul, issong dimainkan secara berirama dengan ketukan yang sangat variasi. Nada diatas dari lesung akan terdengar berbeda dibandingkan dengan lesung yang jika dipukul di dalam lesung. Para pemain harus mampu menghapal bunyi dari setiap lengkung lesung, sehingga dengan mudah dapat membuat variasi.

Issong sebaiknya dimainkan minimal 10 orang. Jika kurang dari 10 orang, permainan atraksi issong akan terasa kurang maksimal. Sejarahnya, atraksi issong ini dulunya hanya akan dimainkan saat ada bangsawan yang meninggal. Saat ini, atraksi issong masih bisa para traveler temui hanya saat ada pesta kawin atau jamuan besar. Karena seiring perkembangan zaman, atraksi issong ini sudah mulai ditinggalkan.

destinasi-wisata-musik-lesung-issong-toraja

Perkembangan teknologi yang juga cukup deras penetrasinya di Toraja membuat perempuan-perempuan di desa sudah tidak menumbuk padi. Menjadikan hari ke hari semakin sedikit perempuan yang mampu memainkan issong. Kalau saat sekarang ini, Musik warisan nenek Tolodok hanya orang tua saja yang bisa memainkan issong. Seperti pada salah satu desa yang masih memiliki pemain issong yaitu Desa Kaero di Kecamatan Sangala.

Menurut orang tua disana, setiap desa di Toraja sebenarnya masih memiliki musik issong, karena masih ada tetua-tetua yang bisa memainkannya. Namun, untuk masa depan tidak tahu. Apalagi untuk generasi 2 atau 3 ke depan, sebab sangat sedikit anak gadis di Toraja sekarang yang mau belajar kesenian ini. Issong pun terancam punah dari Tana Toraja. Sayang sekali ya traveler.

Sedihnya lagi, para pemain issong tidak pernah menuntut bayaran saat mereka dipanggil untuk memainkan lesung. Hanya dibayar seikhlasnya saja, padahal para pemain issong ini membawa sendiri peralatan lesungnya, lho.

Nah bagi traveler yang mau belajar mengenai sejarah dan cara memainkan issong, bisa langsung datang ke Desa Kaero yang berjarak kurang lebih 2 jam dari Tana Toraja. Atau menghubungi 085395110705 an. Yulian.

Yuk generasi muda Toraja, mari ambil bagian untuk melestarikan budaya Toraja supaya tidak punah!




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait